Kurikulum Pendidikan Terbaik

Kurikulum Pendidikan Terbaik

Pendidikan adalah barometer kemajuan suatu bangsa. Karena di sanalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Di sanalah generasi masa depan bangsa digembleng, dididik, dibekali dengan segala kemampuan agar bisa survive di jamannya. Namun nyatanya hanya sedikit yang bisa mewujudkan hal itu. Ada banyak faktor penyebab kegagalan pendidikan suatu bangsa. Salah satunya adalah masalah kurikulum pendidikannya. Islam dibawah bimbingan Muhammad saw berhasil menyiapkan generasi terbaik sehingga berhasil memimpin dunia. Inilah kurikulum pendidikan terbaik di dunia, yaitu berlandaskan Al Quran dan Sunnah.

Kurikulum Sebagai Acuan Pendidikan

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Kurikulum berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Jadi boleh dikatakan baik buruknya suatu pendidikan salah satunya tergantung pada kurikulumnya.

Kurikulum Pendidikan Terbaik
Sumber Kata.co.id

Berikut kami sajikan kisah embun pagi tentang kurikulum pendidikan terbaik, sebagai inspirasi untuk mendidik anak-anak masa depan. Sebuah kisah yang mudah dicerna dan dipahami oleh kita semua.

Seorang Ustadz berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Ia sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas. Disamping juga bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem kurikulum pendidikan terbaik di dunia, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah. Karena yakin ada sebuah oase di sana, untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka.

Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya. Yaitu untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Dialog Penuh Inspirasi

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya. “Bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas”.

Rektor menjawab:
📝 Paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun
📝 SMP 3 tahun
📝 SMA 3 tahun
📝 Diploma 3 selama 3 tahun atau
📝S1 selama 4 tahun
📝 S2 sekitar 1.5 – 2 tahun
📝 dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.”

“Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?” Tanya Sang Ulama.

“Iya!!!” , jawab rektor tersebut.

“Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami.” Jawab si rektor.

“Jika Lulus SMP bagaimana?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service,” jawab kembali si rektor.

“Kalau SMA bagaimana?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan” lanjut si rektor.

“Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?” Bertanya kembali Sang Ulama.

“Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor. Dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan” kata si rektor.

“Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 ya? Atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?” Tanya kembali sang Ulama.

“Iya betul !!!!” jawab si rektor.

Sampai di sini, sang ulama hanya manggut-manggut menddengar jawaban pak rektor. Sedang si Rektor penasaran penuh tanya, apa gerangan yang akan ditanyakan kembali oelh sang Ulama.

Al Quran Kurikulum Pendidikan Terbaik di Dunia

Di tengah kesunyian dialog kedua insan tersebut, dalam tanda tanya besar sang rektor, tiba-tiba pecah juga suara sang Ulama.

Kurikulum Pendidikan Terbaik
Al Quran adalah Kurikulum Pendidikan Terbaik di Dunia

“Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan!” Tanya kembali Sang Ulama.

“Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an, apakah bisa hapal 30 juz?” Tanya Sang Ulama.

“In syaa Allah bisa” jawab si rektor dengan yakin.

“Apakah ada hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas ? Atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?” Kembali tanya Sang Ulama.

“Tidak ada !!!”, jawab si rektor.

“Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Bisa !!!”, jawab si rektor.

“Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadits menjadi cleaning service?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Tidak ada !!!”, jawab kembali si rektor.

“Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur’an. Apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an, hadits dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator pabrik?” Tanya kembali ulama tersebut.

“Tidak ada !!!” jawab si rektor.

Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

“Anda mulai paham maksud Saya?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Ya !!!”_, jawab si rektor.

Jadi kurikulum pendidikan terbaik itu ada pada Islam. Yaitu Al Quran.

Kuncinya ada pada Pendidikan Agama

“Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?”

“Kurang lebih 2-3 jam” jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor…

“jika Anda ingin mencetak GENERASI YANG CERDAS, BERMARTABAT, BERMANFAAT bagi bangsa dan agama. Serta mendapatkan PEKERJAAN YANG LAYAK setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda. Dari ORIENTASI DUNIA menjadi mengutamakan ORIENTASI AKHIRAT. Karena jika Kita berfokus pada akhirat in syaa Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur’an karena orang yang mempelajari Al-Qur’an, ALLAH akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya.

“Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur’an di negara Anda yang berprofesi sebagai tukang sapu. Walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi. Karena ALLAH yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an. Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan ALLAH. Dan ALLAH sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. ”

“Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.”

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.

Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan mengacu pada kurikulum Pendidikan Terbaik di dunia. Semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan rujukan bagi guru dan orang tua kaum muslimin. Terima kasih sudah berkunjung ke website umroh samara. Dapatkan info tentang umroh dan haji plus di fan page kami Umroh Samara. Terima kasih.

 

Mengasah Logika Berfikir

Mengasah Logika Berfikir

Banyak kisah inspirasi yang mampu menggugah nalar kritis kita. Kisah-kisah tersebut sangat biasa dihadapan kita, sering kita saksikan. Namun tak mampu membuat kita sadar akan hikmahnya. ternyata dengan adanya permisalan, baru bisa kita cerna. Seperti kisah ini, dialog antara seorang Dosen dan Mahasiswa kritis yg telah menemukan jatidirinya. Berikut sajian kisah mengasah logika berfikir, semoga pembaca bisa ambil pelajaran darinya.

Mengasah Logika Berfikir

Mengasah Logika Berfikir

Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika. Dengan gayanya yang khas dia memulai kuliahnya.

Profesor: “Apakah Allah menciptakan segala yang ada?”

Para mahasiswa: “Betul! Dia pencipta segalanya.”

Profesor: “Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan.”

(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: “Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?”

Profesor: “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada.”

Mahasiswa: “Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fizik, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 degree Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak boleh bertindak pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.

Keberanian Yang Dilandasi Keimanan

Kedudukan satu kosong. Sang Dosen tampak kikuk dihadapan mahasiswanya. Rupanya dialog tak berhenti sampai disitu. Mahasiswa tersebut terus bertanya kepada dosennya.

Mahasiswa: Prof…Apakah gelap itu ada?”

Profesor: “Tentu saja ada!”

Mahasiswa: “Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tidak boleh. Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu. Kata ‘gelap’ dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Mahasiswa makin membuat sang dosen mati kutu. Tentu butuh perjuangan ekstra untuk dialog dengan dosen tersebut. Keberanian yang berlandaskan keimanan telah mampu membuat si Mahasiswa menunjukkan kebenaran. Dia juga sangat ingin mengasah logika berfikir dosennya.

Mengasah Logika Berfikir
Keberanian yang Dilandasi Keimanan

Allah Tidak Menciptakan Kejahatan

Melihat situasi semakin mendukungnya. Demi mengasah logika berfikir mahasiswa tersebut terus mencecar pertanyaan kepada dosennya.

Jadi menurut Bapak, apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?”

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: “Tentu saja ada.”

Mahasiswa: “Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga. Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia.”

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa Lahir Saat Iman Tidak Hadir dalam Hati Kita

Dari dialog di atas kita bisa ambil hikmah bahwa Allah tidak menciptakan kejahatan, kemaksiatan, kedzoliman. Dosa adalah akibat perbuatan. Dosa terjadi karena manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita. Itulah IMAN. Sesungguhnya dosa itu lahir saat iman tidak hadir dalam hati kita.

Terima kasih sudah mengunjungi Umroh Samara. Ikuti terus kisah hikmah penuh inspirasi di Embun Pagi. Semoga bermanfaat untuk mengasah logika berfikir kita dan umat. Silahkan mampir ke fan page kami Umroh Samara.

Ghibah dan Fitnah

Ghibah dan Fitnah

Ghibah atau ngrasani atau gosip ternyata memiliki dampak yang luar biasa bahayanya. Namun banyak diantara kita yang nggak ngeh, nggak paham, nggak tahu dan nggak menyadari efek bahayanya. Terlebih di era media sosial ini, dimana dengan mudahnya sesuatu dalam sekejap menjadi viral atau menyebar ke mana-mana. Pantas kalau dalam Islam Allah melalui lidah Rasul Nya melarang perbuatan ghibah ini. Bahkan orang yang ghibah laksana makan daging saudaranya sendiri. Berikut kisah hikmah dibalik ghibah dan fitnah dan kemoceng yang bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Ghibah dan Fitnah
Ghibah dan Fitnah (sumber Tebar Hikmah)

Kisah Hikmah Ghibah dan Fitnah

Dialog berikut adalah kisah yang menggugah. Kisah antara seorang santri yang menyadari bahwa tanpa sengaja dirinya telah ghibah pada gurunya Kyai Husain. Kisah ini sangat baik, sederhana dan mudah dicerna, untuk pelajaran kita semua.

Pengakuan Tulus Seorang Santri

Aku datang ke rumah Kyai Husain.

“Kyai, maafkan saya yang telah mengghibah & sangat mungkin menjadi fitnah kepada kyai. Jadi ajarkan sesuatu yang dapat menghapuskan dosa saya ini.”

Aku tunduk & berharap Kyai mau memaafkannya.

“Apa kau serius?” Kata kyai.

Aku mengangguk “Saya serius, Kyai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.”

Kyai diam sejenak lalu berucap

“Aku maafkan kesalahanmu. Tapi apakah kau punya kemoceng dirumah?”

“Ya, saya punya Kyai. Tapi maaf Kyai, apa hubungannya antara ghibah, fitnah & kemoceng? Lalu apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?”

Kyai Husain tersenyum.

“Kamu akan tahu setelah kau lakukan perintahku.
Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku,” kata Kyai sambil lanjutkan kalimatnya,

“Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu Kemoceng itu. Setiap kali kau cabut sehelai bulu, ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kau lalui.”

Aku hanya bisa mengangguk. “Aku tak akan membantahnya”, bisikku dlm hati.

Ghibah dan Fitnah
Efek Ghibah dan Fitnah seperti Bulu Kemoceng Terhambur ke Segala Penjuru

“Barangkali maksud kyai Husain agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu per satu, maka kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu. Aku berguman & masih tetap tertunduk…”

Aku tersadar ketika Kyai berkata selanjutnya.

“Kau akan belajar sesuatu darinya.”

Taat pada Perintah Kyai

Keesokan harinya, Aku menemui Kyai Husain dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya. Kuserahkan gagang kemoceng itu pada beliau.

“Ini, Kyai, bulu-bulu kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu persatu sepanjang 5 km perjalanan dari rumah saya.

Saya menghitung betapa luasnya ghibah dan fitnah – fitnah saya tentang Kyai yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang.
“Maafkan saya, kyai. Maafkan saya…”

Kyai Husain mengangguk sambil berkata “Seperti aku katakan, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kau hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku. Tetapi kau harus belajar sesuatu…,” katanya.

Aku terdiam mendengar perkataan Kyai Husain yang lembut, menyejukkan hati.

“Kini pulanglah…” kata Kyai Husain.

Aku baru akan beranjak untuk pamit dan mencium tangannya, tetapi Kyai Husain melanjutkan kalimatnya,

“Pulanglah lewat jalan yang sama saat kau menuju pondokku tadi…”

Aku terkejut mendengar permintaan kyai Husain kali ini, apalagi mendengarkan “syarat” berikutnya:

“Di sepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng yang tadi kaucabuti satu per satu. Esok hari, laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang bisa kau kumpulkan.”

Aku terdiam & tak mungkin menolak permintaan Kyai Husain.

“Kau akan mempelajari sesuatu dari semua ini,” tutup Kyai Husain.

Sepanjang perjalanan pulang, Aku berusaha mencari bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepas.

Namun dlm cuaca kering & terik matahari, Aku hanya mampu temukan 5 lembar bulu kemoceng.

Hikmah Antara Ghibah dan Kemoceng

Esok harinya dengan wajah murung kutemui Kyai Husain & serahkan lima helai bulu kemoceng itu.

“Ini, Kyai, hanya ini yang berhasil saya temukan.”

Sambil membuka genggaman tangan kuserahkan 5 helai bulu pada Kyai Husain.

Kyai Husain terkekeh.

“Kini kau telah belajar sesuatu,”katanya.

“Apa yang telah aku pelajari, Kyai? Aku benar-benar tak mengerti”.

“Tentang ghibah & fitnah-fitnah itu,” jawab kyai Husain.

Tiba-tiba Aku tersentak, dadaku berdebar & mulai berkeringat.

“Bulu-bulu yang kaucabuti dan kaujatuhkan sepanjang perjalanan adalah ghibah dan fitnah – fitnah yang kausebarkan. Meskipun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan berusaha memperbaikinya. Ghibah dan fitnah – fitnah itu telah menjadi bulu-bulu yang beterbangan entah kemana. Bulu-bulu itu adalah kata-katamu. Mereka dibawa angin ke mana saja. Ke berbagai tempat yang tak mungkin bisa kau duga-duga. Ke berbagai wilayah yang tak mungkin bisa kau perkirakan!”

Tiba-tiba Aku menggigil mendengarkan kata-kata Kyai Husain. Seolah-olah ada mata pisau yang menghujam jantungku.

Ingin Aku menangis sekeras-kerasnya & ingin mencabut lidahku sendiri.

Sesal Kemudian Tiada Guna

Kyai Husain meneruskan kata2nya

“Bayangkan salah satu dari ghibah dan fitnah -fitnah itu suatu saat kembali pada dirimu sendiri… Barangkali kau akan berusaha meluruskannya, karena kau benar-benar merasa bersalah telah menyakiti orang lain dengan kata-katamu itu. Barangkali kau tak tak ingin mendengarnya lagi. Tetapi kau tak bisa menghentikan semua itu!
Kata-katamu yang telah terlanjur tersebar dan terus disebarkan di luar kendalimu, tak bisa kau bungkus lagi. Meskipun dalam sebuah kotak besi untuk kau kubur dalam-dalam sehingga tak ada orang lain lagi yang mendengarnya. Angin waktu telah mengabadikannya.”

“ Ghibah dan Fitnah -fitnah itu telah menjadi dosa yang terus beranak-pinak tak ada ujungnya.

Agama menyebutnya sebagai dosa jariyah. Dosa yang terus berjalan diluar kendali pelaku pertamanya. Maka tentang ghibah dan fitnah – fitnah itu, meskipun aku atau siapapun saja yang kau ghibah & kau fitnah telah memaafkanmu. Tapi ghibah dan fitnah -fitnah itu terus mengalir hingga kau tak bisa membayangkan ujung dari semuanya. Stop ghibah dan fitnah sekarang juga.

Ghibah dan Fitnah

Bahkan meskipun kau telah meninggal dunia, ghibah dan fitnah -fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi. Maka kau tak mungkin bisa menghitung lagi berapa banyak ghibah dan fitnah – fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukanmu kelak.

Tangisku benar-benar pecah, Aku tersungkur di lantai.
“Astagfirulloh hal-adzhim… Astagfirullohal-adzhim…
Astagfirulloh hal-adzhim…”

Allah Maha Mengampuni Dosa-dosa

Aku hanya bisa terus mengulangi istighfar. Dadaku gemuruh. Air mata menderas dari kedua ujung mataku.

“Ajari saya apa saja untuk membunuh ghibah dan fitnah – fitnah itu, Kyai. Ajari saya! Ajari saya! Astagfirulloohal-adzhim…”

Aku terus menangis menyesali apa yang telah aku perbuat.

Kyai Husain tertunduk. Beliau tampak meneteskan air matanya. “Aku telah memaafkanmu setulus hatiku, Nak,” katanya. “Kini, aku hanya bisa mendoakanmu agar Allah mengampunimu, mengampuni kita semua. Kita harus percaya bahwa Allah, dengan kasih sayangnya, adalah zat yang maha terus menerus menerima taubat manusi.  Innallooha tawwaabur-rahiim…”

“Kini kau telah belajar sesuatu,” kata Kyai Husain, setengah berbisik. Pipinya masih basah oleh air mata.

Demikianlah sahabat & saudaraku. Itulah kenapa, ghibah apalagi fitnah itu “KEJAM”.

Mari kita senantiasa istigfar & berdoa

Ya Alloh ampuni dosa2 kami, lindungi kami dari godaan iblis yg terkutuk.

Lindungi lisan kami agar kami berhati-hati atas setiap huruf & kata2 yg terlontar dari bibir ini.
Ya Alloh ringankan bibir kami ini agar basah untuk berdzikir mengagungkan AsmaMU.

Demikian bahayanya efek dari ghibah dan fitnah, terlebih di era medsos seperti sekarang ini. Ayo lebih baik, stop ghibah dan fitnah sekarang juga. Ikuti kisah penuh hikmah di Embun Pagi, agar nurani kita bening sebening embun pagi. Ikuti pula fan page umroh samara untuk mendapatkan info terkini terkait umroh dan haji Plus.

Puisi Terakhir WS Rendra

WS Rendra adalah salah satu pujangga terbaik Indonesia. Lahir di Surakarta 7 November 1935. Sejak muda, dia menulis puisi, skenario drama, cerpen, dan esai sastra di berbagai media massa. Karyanya tidak hanya menghiasi belantara sastra nusantara tapi juga manca negara. Memperkaya khasanah budaya bangsa. Puisi puisi nya berisi kitrik nan nyentrik dan menggelitik. Ada pula yang bernuasa religius seperti puisi terakhir WS Rendra yang di buat sesaat sebelum dia wafat.

Puisi Terakhir WS Rendra

Puisi Terakhir WS Rendra

Orang besar terkenang hingga akhir jaman dengan karya-karya besarnya. Biasanya orang besar memiliki sensitivitas khusus terhadap tanda-tanda alam yang Allah kirimkan. Sehingga menjelang detik-detik terakhirnya biasanya ia menyampaikan untaian hikmah terbaik. Seperti halnya puisi terakhir WS Rendra ini.

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja …
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA….

Ketika aku berdo’a,
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Duh ALLAH …

Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH …

Allah Pasti Memberi Yang Terbaik Untuk Kita

Sebab aku yakin….
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
….aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk
kebaikan.

 

* Puisi terakhir WS Rendra
di buat sesaat sebelum dia wafat)*

Terima kasih telah bekunjung ke website kami. Dapatkan kisah penuh makna sebagai embun pagi  inspirasi buat kita dalam menjalani kehidupan. Jika sahabat UmSa berkunjung ke facebook, sudilah kiranya mampir di fan page kami.

Toples Kehidupan

Toples Kehidupan Filosofi Bijak Memilih Prioritas Kehidupan

Prioritas memilih bersikap dalam kehidupan itu penting. Salah memilih prioritas bisa berakibat fatal. Betapa banyak orang yang galau, menyesal dan pusing gara-gara salah memilih sikap. Kurang tepat mengambil tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Misal ada orang berteriak minta tolong karena tenggelam. Lalu karena jiwa patriotik kita terpanggil, kita langsung menceburkan diri. Nggak sadar diri kita juga nggak bisa berenang, apa yang terjadi…? Dua-duanya tenggelam. Tragis. Padahal di samping kita tadi ada tali yang jika kita lempar ke orang tersebut, justru akan menyelamatkannya. Padahal di samping kita juga ada ban. Yuk berfikir jernih. Jangan salah memilih sikap. Kalau begitu bagaimana dong kita…? Ada baiknya simak kisah embun pagi berikut. Toples Kehidupan cara bijak memilih sikap dalam hidup.

Toples Kehidupan
Toples Kehidupan Filosofi Bijak Memilih Prioritas Kehidupan

Toples Kehidupan dalam Sebuah Filosofi Pilihan

Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah toples kehidupan. Beliau menaruh toples yg bening dan besar di atas meja. Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkan nya ke dalam toples tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini ssudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Toples Kehidupan
Professor menuangkan Kelereng ke toples yg penuh bola basket

Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkan nya ke dalam toples yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau toples sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini ssudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Tetapi terakhir sang guru menuangkan air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu. Secangkir, dua cangkir, tiga cangkir hingga sepuluh cangkir. Dan betul saja tak ada yang tumpah sedikitpun. Dan ternyata masih muat hingga 10 cangkir. Itulah makna yang mendalam dalam toples kehidupan.

Toples Kehidupan adalah Sebuah Pelajaran

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa, hidup kita kapasitasnya terbatas seperti toples. Ya seperti toples kehidupan. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya.

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam toples kehidupan, hal yang besar dalam hidup kita. Yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.

Kelereng adalah hal-hal yg penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

Pasir adalah yang lain-lain dalam toples kehidupan kita. Seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

Jika toples kehidupan kita isi dengan mendahulukan bola tenis. Lalu kelereng dan seterusnya seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap. Berisikan mulai dari hal-hal yg besar dan penting hingga hal-hal kecil yang menjadi pelengkap.

Toples Kehidupan Cara Cerdas dan Bijak Memilih Sikap

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Harus pandai mengisi toples kehidupan kita. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yg mau bertanya?”

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti air kopi yg dituangkan tadi …..?”

Sang guru besar menjawab sebagai penutup.

Beliau menjawab: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim. Jalin persaudaraan dan persahabatan dengan sebanyak mungkin orang sambil “minum kopi”. Jaga silaturahmi dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jgn lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ….. betapa indahnya hidup ini !

Kami Ada Untuk Berbagi Solusi Dengan Anda

Umrohsamara.com adalah sarana bagi kami dan solusi bagi Anda. Kami mengajak Anda untuk mengisi toples kehidupan kita dengan benar. Prioritas hal-hal besar dalam hidup Anda maka hal kecil lain otomatis akan mengikuti Anda. Kami dari grup Dahsyatnya Baitullah rutin mensyiarkan program solusi umroh dan percepatan rezeki bagi Anda. Allah prioritas nomor 1 kita. Dengan Umroh Anda bisa mengetuk pintu baitullah, mintalah pada Allah yang Maha Mengabulkan doa.

Dahsyatnya Baitullah adalah kelompok pembinaan terbesaar di bawah naungan PT. Arminareka Perdana. Sebuah penyelenggara perjalanan Umroh dan Haji Plus terbaik, terbesar no.1 dan terpercaya memberikan solusi untuk Anda. Hanya dengan DP 3.5 juta Anda sudah berhak buka usaha agen umroh dan haji Plus dengan potensi pendapatan hingga miliaran rupiah. Dapatkan info terkini tentang Umroh dan Haji Plus di facebook di Fan Page kami Umroh Samara dan twitter kami.