Rahasia Memperoleh Haji Mabrur

Bacalah kisah ini. Kisah yang bagus. Menyentuh kalbu siapapun yang membacanya. Bergetar jiwa, menetes air mata haru. Bergemuruh emosi, bergolak rasa empati. Ya betul. Kecuali hatinya terbuat dari batu. Kisah ini sangat menarik dan inspiratif banget. Selain sudah banyak dimuat di berbagai situs, juga banyak di kutif di grup-grup WhatsApp. Judulnya pun sangat profokatif yaitu HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN. Tapi di sini justru saya mengambil hikmah besar rahasia memperoleh haji mabrur. Mari simak kisah yang mendunia ini.

Kisah ini Bermula Dari Mimpi

Adalah Ulama Abu Abdurrahman Abdullah Bin Al-Mubarak Al Hanzhali Al Marwazi. Ulama yang sangat terkenal di Makkah. Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual Haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yg turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka, kedua malaikat itu:

“Berapa banyak yg datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yg ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”.

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa..?” ia menangis dalam mimpinya.
“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yg jauh. Dengan kesulitan yg besar dan keletihan di sepanjang perjalanan. Berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yg meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima. Dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia, seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”

“Kok bisa”
“ Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“ Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq Damaskus”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun.

Mencari Hamba Yang Mampu Menggetarkan Langit

Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria. Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya. Apa memang ada tukang sol sepatu yg namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yg berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, “Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itu kebingungan. Dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya ia pun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala Haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.

Rupanya Inilah Rahasia Memperoleh Haji Mabrur itu: Niat Yang Kuat

Maka Sa’id bin Muhafah bercerita. “Setiap tahun, setiap musim Haji, aku selalu mendengar : Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. Laa syariika laka

Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis. Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat Ka’bah. Ijinkan aku datang….. Ijinkan aku datang ya Allah.

Rahasia Memperoleh Haji Mabrur yang Kedua Ikhtiar Dengan Menabung

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya. Yaitu sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.

“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam.
Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“Ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”

Rahasia Memperoleh Haji Mabrur
sumber: m.bantenhits.com

“Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubuk yang hampir runtuh. Di situ ada seorang janda dan enam anaknya. Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan : “tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.

Daging ini Halal untuk Kami, Haram untuk Tuan

Akhirnya saya tanya lagi: “Kenapa”?
Sambil menangis, janda itu berkata “ daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan ” katanya.

Dalam hati saya bertanya: “Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya. Padahal kita sama-sama muslim? Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram”.
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.

Halal buat kami haram buat tuan
Halal buat Kami Haram buat Tuan

Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis. Kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu. “Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka. ”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.
Kisah ini memberi hikmah, bahwa membantu orang disekitar kita bisa jadi sama nilainya dengan pergi Haji di mata Allah. Inilah Rahasia memperoleh Haji Mabrur yang ketiga, membantu orang yang lebih membutuhkan.

Hikmah dari Kisah Rahasia Memperoleh Haji Mabrur

Buat yang akan naik Haji. Atau yang sudah berhaji. Atau siapapun kita umat Islam perlu mengambil hikmah dari kisah di atas. Terlebih bagi saudara-saudara kita yang belum berangkat Haji. Haji rukun Islam, tanda adalah kesempurnaan kita sebagai umat Islam. Dengan menggenapkan rukun Islam kita. Nggak ada alasan untuk tidak naik Haji. Kalo dilihat dari kisah rahasia memperoleh Haji mabrur di atas yakin yakin kita semua bisa. Bermula dari niat yang kuat dan ikhlas karena Allah. Ikhtiar dengan menabung. Berikutnya biarkan Tangan Allah yang akan bekerja, membawa kita ke Makkah untuk merasakan dahsyatnya Baitullah.

Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan yaitu, ada dua yang tidak kekal dalam diri manusia! Yakni, masa Muda dan Kekuatan Fisiknya. Apalagi haji ini termasuk ibadah fisik. Selagi muda dan fisik masih kuat berhajilah. Ada lagi sifat mulia yang harus kita pelihara yaitu Rendah hati dan suka meringankan beban hidup orang lain.

Dipersembahkan oleh: umrohsamara.com

Umroh Samara adalah website yang kami gunakan sebagai media untuk memasarkan produk Umroh dan Haji Plus dari PT. Arminareka Perdana. Dimana saya sebagai salah satu Perwakilan Arminareka Perdna di Bekasi.

Ikuti kisah inspiratif dan info seputar Umroh dan Haji Plus di Facebook melalui Fan Page kami Umroh Samara.

Tinggalkan komentar