Kita dan Al Quran

Al Quran adalah pedoman hidup kita sebagai seorang muslim. Kita tidak akan pernah tersesat jika kita selalu berpegang teguh padanya. Al Quran adalah hidangan dari langit untuk kita semua. Inilah bukti cinta Allah untuk hamba-Nya. Seperti halnya kita beli alat elektronik baru atau mobil baru, selalu ada manual book nya. Nah Al Quran ini adalah manual book kita, sebagai makhluk-Nya. Selama kita menjalankan mesin yang kita beli sesuai manual booknya. Maka si pembuat mesin akan memberikan garansi terhadap kerusakan yang terjadi. Demikian juga dengan kehidupan kita. Jika kita hidup sesuai Al Quran, Allah jamin kita dengan surga-Nya. Seperti apa kira-kira interaksi kita dan Al Quran, mungkin kisah di bawah ini bisa memberi gambaran kepada kita.

Kita dan Al Quran
Interaksi Kita dan Al Quran

Interaksi Kita Dan Al Quran

Ada seorang remaja bernama Ahmad bertanya kepada kakeknya.

Ahmad : “Kakek, apa gunanya aku membaca Al Qur’an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al Qur’an yang kubaca“.

Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang:
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku sekeranjang air.“

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis …sebelum ia sampai di rumah.

Kita dan Al Quran
Ibarat Mencelupkan Keranjang Kotor ke Dalam Sungai

Kakeknya berkata :
“Kamu harus berusaha lebih cepat”
Kakek meminta cucunya kembali ke sungai. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong (tanpa air) sebelum sampai di rumah.

Dia berkata kepada kakeknya:
“Tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember“

“Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan seember“, jawab kakek.

Si anak kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.
Ahmad berkata: “Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah”

Namun dengan bijak sang Kakek menjawab:
“Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik apa yang terjadi dengan keranjang itu”

Anak itu memperhatikan keranjangnya. Ia baru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor dan berdebu, berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH. Luar dan dalam.

“Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali artinya. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Seperti itulah minimal interaksi kita dan Al Quran.

Al Quran Akan Membersihkanmu

Ibarat air, Al Quran yang kamu baca itu akan membersihkanmu. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupanmu…Subhanallah…!

Kita dan Al Quran
Tiada Yang Sia-sia Dengan Membaca Al Quran

Tidak ada yang sia-sia waktu kita dan al Quran. Terlebih ketika kita membaca Al Qur’an.

Mari kita lebih sering lagi membacanya.
Meski tanpa tahu artinya, namun tetap berusaha untuk memahami artinya, tadzabbur ayat-ayatnya.

“ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup kami dengan Al-Qur’an. Dan jadikanlah Al-Qur’an itu imam, cahaya, hidayah dan rahmat untuk kami dan keluarga kami. Aamiin”

Subhanallah… Alhamdulillah… Allahu Akbar. Demikian kisah hikmah kita dan Al Quran, semoga bermanfaat.

Semoga yang berniat Khatam atau berhajat menghafal 30 Juz Al-Qur’an senantiasa Allah SWT berikan rahmat, kemudahan, kelancaran dan ridhaNya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Saudaraku…tiada yang sia-sia dengan bacaan Al Quran kita. Meskipun kita tak paham artinya. Teruslah membacanya, karena selain membersihkan diri dari dosa, setiap huruf yang kita baca akan berbuah pahala.

Ikuti kisah hikmah di umrohsamara.com dan jangan lupa jika Sahabat berkunjung ke facebook sudilah mampir di fan page Umroh Samara.

Tinggalkan komentar