Keutamaan Haji dan Umroh

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Haji adalah bagian dari rukun Islam, sebagaimana hal nya Syahadat, Sholat, Zakat dan Puasa. Letaknya yang terakhir bukan lantas menjadikan penghalang bagi kita untuk berkomitmen kuat melaksanakannya. Namun banyak dari saudara kita muslim menganggap sepele ibadah Haji. Karena beranggapan ini rukun yang nomor lima, seolah nggak penting, bisa nanti-nanti saja. Seolah yakin kita akan hidup selamanya. Justru di sinilah letak kekeliruan itu. Seharusnya kita berfikir dengan logika terbalik. Justru karena hanya sekali seumur hidup dan sangat banyak keutamaannya, seharusnya mendapat prioritas dari kita. Disamping itu juga banyak opini atau pandangan yang salah di masyarakat tentang haji dan umroh (lihat gambar di bawah). Untuk mengikis opini yang salah, berikut kami paparkan keutamaan Haji dan Umroh.

Keutamaan Haji dan Umroh
Pandangan Tentang Ibadah ke Baitullah

Keutamaan Haji dan Umroh dalam Berbagai Hadits Rasulullah

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Ibnu Mas’ud RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran. Sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Azza wa Jalla tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda: “Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (pemintaan mereka).” (HR Ibnu Majah).

Dari Ibnu Umar, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Islam dibangun atas lima pilar: (1) Persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) berpuasa Ramadhan.” (HR Bukhari).

Keutamaan Haji dan Umroh
Keutamaan Haji dan Umroh

Haji beserta umrah adalah kewajiban yang dilakukan sekali dalam seumur hidup, bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, merdeka serta mampu.

Keutamaan Haji dan Umroh dalam Al Quran

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah. Yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali ‘Imran: 96-97).

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda: “Telah diwajibkan atas kalian ibadah haji, maka tunaikanlah (ibadah haji tersebut).”  Lalu ada seorang berkata: “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Lalu beliau diam sampai orang tersebut mengatakannya tiga kali. Kemudian Rasulullah bersabda: “Andaikata aku menjawab ya, niscaya akan menjadi suatu kewajiban dan niscaya kalian tidak akan mampu (melaksanakannya).” Kemudian beliau bersabda: “Biarkanlah aku sebagaimana aku membiarkan kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah banyak bertanya dan banyak berselisih dengan Nabi mereka. Apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka laksanakanlah semampu kalian. Dan apabila aku melarang sesuatu, maka tinggalkanlah.” (HR Muslim, An-Nasa’i).

Dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Ini adalah ibadah umrah yang kita bersenang-senang dengannya. Barangsiapa yang tidak memiliki hadyu (binatang kurban), maka hendaknya ia bertahallul secara keseluruhan. Karena ibadah umrah telah masuk kepada ibadah haji sampai hari Kiamat.” (HR Muslim)

Dari Shabi bin Ma’bad, ia berkata, “Aku pergi menemui Umar. Lalu aku berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku telah masuk Islam. Dan aku yakin bahwa diriku telah wajib menunaikan ibadah haji dan umrah, lalu aku mulai mengerjakan kedua ibadah tersebut. Lalu beliau berkata, “Engkau telah mendapatkan petunjuk untuk melaksanakan Sunnah Nabimu.”

Oleh: Syekh Abdul Azhim bin Badawi Al-Khalafi

Terima kasih telah berkunjung ke website kami umrohsamara.com

Silahkan share artikel keutamaan Haji dan Umroh ini jika bermanfaat, dan jika sahabat berkunjung ke Facebook, mohon like Fan Page kami Umroh Samara. Terima kasih.

Tinggalkan komentar