Jagung Terbaik

Banyak kisah sukses bertebaran di sekitar kita. Banyak orang baik yang kita jumpai dalam kehidupan. Biasanya orang baik itu selalu menjaga diri, rendah hati. Menyembunyikan kebaikannya, dengan maksud agar tak menimbulkan sifat riya’, pamer. Kisah Jagung terbaik berikut akan menunjukkan kepada kita seperti apa orang baik yang rendah hati itu.  Hal yang berbeda 180 derajat akan kita jumpai pada hal-hal yang kebalikannya. Orang yang suka pamer, menonjolkan diri, bangga dengan harta yang dimiliki. Biasanya orang yang seperti ini, dilabeli oleh masyarakat sebagai orang yang sombong.

Jagung terbaik
Jagung Terbaik Berawal dari Benih yang Terbaik

Jagung Terbaik Sepanjang Musim

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorang petani yang menanam jagung-jagung unggulan. Seringkali memenangkan penghargaan tingkat Nasional dengan kategori :  “Jagung Terbaik Sepanjang Musim.”
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia Kesuksesan Petani Tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa ternyata Petani itu selalu Membagikan Benih Jagung terbaik kepada para Tetangganya. “Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung terbaik dengan tetangga Anda. Lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub.

Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah. Dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung terbaik kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya. Agar ia menanam jagung yang bagus.” jawab si Petani itu.

Law Of Attraction

Petani ini sangat menyadari hukum “Saling Berhubungan” ( law Of Attraction) dalam Kehidupan.  Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, Jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya sang petani memberi benih Kualitas Jagung Terbaik kepada para Tetangganya. Bukan malah memberi Benih Buruk dan Cacat untuk mempermainkan dan mengakali para Tetangganya.

Jika kita ingin Menikmati Kebaikan, kita harus memulai dengan Menabur Kebaikan kepada Orang Orang di Sekitar Kita. Jika kita ingin Bahagia, maka kita harus Menabur Kebahagiaan Untuk Orang Lain. Jika kita ingin hidup dengan Kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan Taraf Hidup Orang Orang di Sekitar Kita.

Sebaliknya, jika kita menebar Keburukan dan Kejelekan kepada orang Orang di Sekitar Kita. Maka percayalah, Keburukan dan Kejelekan itu niscaya akan Menyelimuti Hidup kita.

Kita tidak akan mungkin menjadi Pribadi yang Sukses. Jika kita tidak berhasil menabur dan Menebar Kebaikan pada orang orang di sekitar kita. Kualitas Kita Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar. Orang yang Cerdas itu Sejatinya adalah orang yang Mencerdaskan Orang Lain.  Begitu pula orang yang Baik adalah orang yang mau berbuat Baik utk Orang lain.

Menjadi orang penting itu Baik, tapi menjadi orang baik itu lebih Penting. Semoga kita dapat terus berupaya untuk. Berhati Bersih dan Mulia tanpa mempermainkan orang lain dan menggunakan Akal Licik.

Berpikiran jernih
Berkata baik, dan
Berperilaku positif
Memberi yg terbaik

Dipersembahkan oleh: UmrohSamara.com

Ikuti kisah-kisah hikmah terbaik di Fan Page kami.

Tinggalkan komentar