Embun Pagi

Nasehat itu ibarat setetes embun. Embun Pagi di pagi hari. Bening berkilauan laksana permata diujung daun.
Walaupun hanya setetes niscaya ada manfaat nya.
Mungkin ia jadi minuman pelepas dahaga buat seekor burung atau atau oase serangga.
Atau setidaknya buat menyiram rumput jika jatuh di bawahnya.
Atau setidaknya indah dipandang bagi yg mau melihatnya.
Seperti itulah mungkin nasehat ini, setidaknya bermanfaat untuk pribadi sebagai pengingat diri yg lupa.

Hanya Setetes Embun Pagi

Kenapa setetes embun…. setetes embun pagi, ya karena hanya itu yang aku bisa. Hanya sedikit. Karena hanya sedikit ilmu yang aku punya, hanya sedikit waktu yang tersisa untuk berbagi, hanya sedikit kemampuan yang tersisa dari sekian berjuta kemauan yangg ku punya. Semoga yang sedikit ini menjadi amal nyata. Dari pada ilusi yang tiada guna. Dari pada banyak tapi hanya jadi fatamorgana karena riya yang mempesona. Untuk menyebut oase pun malu diri ini. Tak pantas pula di kata telaga. Apalagi lautan hikmah yang penuh berkah.

Embun Pagi
Setetes Embun Pagi

Hamparan Mutiara di Lautan Medsos

Kisah-kisah yang ada di sini, di embun pagi ini, aku himpun dari hamparan mutiara bertebaran di berbagai medsos yang ada. Dari Facebook, Twitter, G+, Line, Grup WA maupun Grup Telegram. Nggak tahu siapa sumber penulis aslinya. Jika ada ketemu referensi aslinya insya Allah dgn jujur aku cantumkan penulisnya, karena itu hak si penulis. Agar jika bernilai kebaikan, ada pahala untuknya. Di era media sosial saat ini yang jadi panglima. Kebenaran harus terus disuarakan. Pertarungan al haq dan bathil kian hari kian ramai. Cyber Army dari panji kebenaran bertempur dengan bandit kebathilan. Yuk kita ikut share kebaikan. Agar kebaikan dan kebenaran merajai dunia maya. Sebagai bentuk kontribusi amal nyata kita. Kalaupun kita nggak perjuangkan kebenaran, toh ia pasti akan menemukan jalannya, dengan atau tanpa kontribusi kita. Terus ketika nanti di tanya kau habiskan untuk apa data internetmu…? Jangan sampai kita terpana, sesal saat itu tiada guna.

Saudaraku…
Masa lalu telah berlalu dgn segala amal kita.  Seberapa banyak bekal yg bisa kita kumpulkan tuk menempuh kehidupan bulan-bulan atau tahun-tahun ke depan. Itupun jika masih ketemu usia. Atau masih mujur kebagian umur. Karena tiada yang tahu kapan habisnya jatah waktu kita. Bekal kebaikan itu cukupkah…? Atau jangan-jangan nggak sampe 10 atau 5 atau 2 bulan dah habis bekal kebaikan kita.

Semoga Jadi Sumber Motivasi Kebaikan

Saudaraku….
Jangan….! Jangan….! Jangan biarkan kita jadi hamba-hamba yg tekor… Yuk geber lagi semangat kebaikan, dimana tilawah kita…. dimana qiamulail kita… dimana sedekah kita…. Apakah hanya karena hari libur, libur pula kita menanam kebaikan…? Apakah kamu tidak takut jika rezekimu juga libur mengunjungi. Nafasmu juga ikut libur bersama umur…?

Keep spirit….
Yuk bangkit…. Yuk hidupkan ruhiah kita. Simpan kebaikan yang telah kita tanam tuk bekal akhirat. Yuk kita beramal terus, beramal terus dan terus….agar nggak tekor kebaikan kita. Jadikan motivasi hidup jika kisah di sini penuh dengan hikmah. Jadikan cermin kaca jika ketemu kisah yang mengena.

Silahkan bantu share apa yang baik dari Embun Pagi yang ada di kami. Semoga pahala kebaikan menanti di hari ketika berbuat baik sudah nggak berarti lagi. Wassalam…