Naik Haji Dengan Jalan Kaki

Naik Haji dengan Jalan Kaki

Pepatah mengatakan “Banyak jalan menuju Roma”. Ada lagi “Dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan”. Benar adanya. Tak salah. Dan pasti. Barang siapa punya keinginan dan semangat yang kuat, pasti ada solusi untuk nya. Terlebih kalo keinginan itu ingin berkunjung ke Baitullah, Rumah Allah di Masjidil Haram Makkah. Pasti Allah kasih kemudahan. Pasti sampai tujuan. Lewat jalan yang tidak kita sangka-sangka. Allah curahkan rezeki yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Seperti kisah Mochammad Khamim Setiawan, seorang pemuda dari Pekalongan yang ingin Naik Haji dengan Jalan Kaki ke Makkah. Dan alhamdulillah informasinya, sehari sebelum Iedul Adha dia diperkirakan sudah sampai ke Makkah. Allahu Akbar. Semoga Allah beri kesehatan dan rezeki berlimpah padanya. Dan semoga Allah terima haji nya.

Naik Haji dengan Jalan Kaki Indonesia-Makkah Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga dunia

Mochammad Khamim Setiawan (28) bukan siapa-siapa. Bukan orang kaya atau orang penting di negeri ini. Dia hanyalah pemuda biasa asal Pekalongan. Tapi keberanian dan semangatnya, sampai membuat orang luar negeri terbengong-bengong. Ya, nama Mochammad Khamim Setiawan tiba-tiba nongol di media yang berbasis di Dubai, Khaleejtimes. Luar biasa dan mengharukan. Dia bertekad naik haji dengan jalan kaki, dari Pekalongan ke Arab Saudi! Khamim memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu.

Ia melewati berbegai negara dengan berjalan kaki. Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal. Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan.  Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu, tak lama lagi membuahkan hasil. Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab. Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya. Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji.  Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini. Perjalanan Dahsyat untuk membuktikan Dahsyatnya Baitullah. Rahasia dibalik Dahsyatnya Baitullah ternyata “Allah tinggal memanggil orang-orang yang mampu. Tapi Allah akan mampukan orang-orang yang terpanggil mengunjungi Baitullah”.

Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki.

Yang luar biasa lagi, selama perjalanan naik haji dengan jalan kaki, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari.
Kebiasaan berpuasa setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir. Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari. Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam. Bila ia lelah, ia ‘hanya’ bisa menempuh 15 kilometer.

Tuhan seakan melindungi Khamim.

Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India.  Khamim tak membawa banyak uang. Tapi nyatanya, ia kerap mendapat bantuan tak terduga di jalanan. Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama. “Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain,” jelasnya.
“Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar. Bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India. Berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon,” kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia. Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan. Tapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda. Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan.

Naik Haji dengan jalan Kaki
Haji Implentasi hablum minallah dan hablum minannas

Bekal Perjalanan

Doping Khamim selama naik haji dengan jalan kaki sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam. Sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS, adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu. Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil. Ia pun membuat tulisan : “I’m on my way to Mecca by foot” atau “Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki”.

Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017. Atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya. LUAR BIASA.

Agar Menjadi Teladan Buat Generasi Muda

Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab Khaleej Times. Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim. Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat. Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya. Selasa, 23 Mei 2017 18:54 WIB Berita soal Khamim di media UEA, Khaleej Times.

Naik haji dengan jalan kaki, bukan hal yang cukup aneh. Beberapa kali, terjadi hal serupa. Senad Hadzic (47), berjalan dari Bosnia (Eropa) ke Mekkah pada 2012. Ishaq, berjalan dari Perancis ke Mekkah pada 2016, bahkan hanya dalam waktu 50 hari. Lagipula, adakah yang meragukan keajaiban di dunia ini? Keajaiban yang datang dari Allah Yang Maha Kuasa. Keajaiban yang bisa datang berulang jika Anda niat serius ke Baitullah. Jika pun Anda terkendala biaya, cobalah baca program solusi dari kami, semoga bermanfaat. Sudah banyak orang yang berhasil umroh dan mendapat keajaiban rezeki dari program solusi kami.

Silahkan share ke seluruh sahabat dan orang-orang yang Anda cinta. Agar semangat keberanian Moch khamim bisa menular ke generasi muda Indonesia. Jangan lupa kunjungi Fan Page Umroh Samara dan kasih jempol nya ya.

Kisah Buah Semangka

kisah buah semangka

Banyak hikmah kehidupan tersebar di belantara media. Hikmah adalah milik umat Islam, di manapun kamu temukan ambilah ia. Seperti kisah buah semangka ini. Ada ibroh yang bisa kamu ambil tuk bekal hidupmu.

Kisah Buah Semangka yang Menyadarkan sang Istri

Suatu riwayat tentang Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi yang wafat pada tahun 194 H/810 M
Al Kisah… pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar. Dan sang isteri pun marah. Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
“Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?” Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq. Istri beliau terdiam.
Sembari tersenyum, Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
“Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik…
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!”.

Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya…

Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :
“Bertaqwalah wahai istriku…Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya.” Agar Allah memberikan keberkahan pada kita”. Mendengar nasehat suaminya itu… Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha’ dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapkan.”

Ridho dengan Ketetapan Allah, Kunci Datangnya Keberkahan

Pelajaran terpenting dari kisah buah semangka buat kita adalah bahwa setiap keluhan yang terucap sama saja kita tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT. Sehingga barokah Allah jauh dari kita. Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja. Akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.
Barokah itu: “… bertambahnya ketaatanmu kepada الله.
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat. Tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub. Sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada الله.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah. Karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله …tiada banding….tiada tara.

Barokah Ilmu dan Rezeki

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya. Akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah. Tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar. Anak-anak yang mempunyai pekerjaan & jabatan hebat. Tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya. Dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita dan tak henti-hentinya mendo’akan kedua Orangtuanya.
Semoga kita semua dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.

Follow Fan Page Umroh Samara.

Barokah buah dari keikhlasan dan ketaatan. Ada banyak jalan meraih barokah dalam kehidupan, salah satunya dengan umroh. Gunakan travel Umroh terbaik, terbesar dan terpercaya Arminareka Perdana. Rata-rata 5000 jamaah berangkat umroh tiap bulan menggunakan armina. Banyak pilihan keberangkatan. Pendaftaran Umroh bisa hub saya.