Kurikulum Pendidikan Terbaik

Kurikulum Pendidikan Terbaik

Pendidikan adalah barometer kemajuan suatu bangsa. Karena di sanalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Di sanalah generasi masa depan bangsa digembleng, dididik, dibekali dengan segala kemampuan agar bisa survive di jamannya. Namun nyatanya hanya sedikit yang bisa mewujudkan hal itu. Ada banyak faktor penyebab kegagalan pendidikan suatu bangsa. Salah satunya adalah masalah kurikulum pendidikannya. Islam dibawah bimbingan Muhammad saw berhasil menyiapkan generasi terbaik sehingga berhasil memimpin dunia. Inilah kurikulum pendidikan terbaik di dunia, yaitu berlandaskan Al Quran dan Sunnah.

Kurikulum Sebagai Acuan Pendidikan

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Kurikulum berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Jadi boleh dikatakan baik buruknya suatu pendidikan salah satunya tergantung pada kurikulumnya.

Kurikulum Pendidikan Terbaik
Sumber Kata.co.id

Berikut kami sajikan kisah embun pagi tentang kurikulum pendidikan terbaik, sebagai inspirasi untuk mendidik anak-anak masa depan. Sebuah kisah yang mudah dicerna dan dipahami oleh kita semua.

Seorang Ustadz berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Ia sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas. Disamping juga bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem kurikulum pendidikan terbaik di dunia, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah. Karena yakin ada sebuah oase di sana, untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka.

Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya. Yaitu untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Dialog Penuh Inspirasi

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya. “Bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas”.

Rektor menjawab:
📝 Paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun
📝 SMP 3 tahun
📝 SMA 3 tahun
📝 Diploma 3 selama 3 tahun atau
📝S1 selama 4 tahun
📝 S2 sekitar 1.5 – 2 tahun
📝 dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.”

“Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?” Tanya Sang Ulama.

“Iya!!!” , jawab rektor tersebut.

“Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami.” Jawab si rektor.

“Jika Lulus SMP bagaimana?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service,” jawab kembali si rektor.

“Kalau SMA bagaimana?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan” lanjut si rektor.

“Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?” Bertanya kembali Sang Ulama.

“Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor. Dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan” kata si rektor.

“Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 ya? Atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?” Tanya kembali sang Ulama.

“Iya betul !!!!” jawab si rektor.

Sampai di sini, sang ulama hanya manggut-manggut menddengar jawaban pak rektor. Sedang si Rektor penasaran penuh tanya, apa gerangan yang akan ditanyakan kembali oelh sang Ulama.

Al Quran Kurikulum Pendidikan Terbaik di Dunia

Di tengah kesunyian dialog kedua insan tersebut, dalam tanda tanya besar sang rektor, tiba-tiba pecah juga suara sang Ulama.

Kurikulum Pendidikan Terbaik
Al Quran adalah Kurikulum Pendidikan Terbaik di Dunia

“Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan!” Tanya kembali Sang Ulama.

“Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an, apakah bisa hapal 30 juz?” Tanya Sang Ulama.

“In syaa Allah bisa” jawab si rektor dengan yakin.

“Apakah ada hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas ? Atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?” Kembali tanya Sang Ulama.

“Tidak ada !!!”, jawab si rektor.

“Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Bisa !!!”, jawab si rektor.

“Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadits menjadi cleaning service?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Tidak ada !!!”, jawab kembali si rektor.

“Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur’an. Apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an, hadits dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator pabrik?” Tanya kembali ulama tersebut.

“Tidak ada !!!” jawab si rektor.

Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

“Anda mulai paham maksud Saya?” Tanya kembali Sang Ulama.

“Ya !!!”_, jawab si rektor.

Jadi kurikulum pendidikan terbaik itu ada pada Islam. Yaitu Al Quran.

Kuncinya ada pada Pendidikan Agama

“Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?”

“Kurang lebih 2-3 jam” jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor…

“jika Anda ingin mencetak GENERASI YANG CERDAS, BERMARTABAT, BERMANFAAT bagi bangsa dan agama. Serta mendapatkan PEKERJAAN YANG LAYAK setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda. Dari ORIENTASI DUNIA menjadi mengutamakan ORIENTASI AKHIRAT. Karena jika Kita berfokus pada akhirat in syaa Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur’an karena orang yang mempelajari Al-Qur’an, ALLAH akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya.

“Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur’an di negara Anda yang berprofesi sebagai tukang sapu. Walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi. Karena ALLAH yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an. Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan ALLAH. Dan ALLAH sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. ”

“Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.”

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.

Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan mengacu pada kurikulum Pendidikan Terbaik di dunia. Semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan rujukan bagi guru dan orang tua kaum muslimin. Terima kasih sudah berkunjung ke website umroh samara. Dapatkan info tentang umroh dan haji plus di fan page kami Umroh Samara. Terima kasih.

 

Mengasah Logika Berfikir

Mengasah Logika Berfikir

Banyak kisah inspirasi yang mampu menggugah nalar kritis kita. Kisah-kisah tersebut sangat biasa dihadapan kita, sering kita saksikan. Namun tak mampu membuat kita sadar akan hikmahnya. ternyata dengan adanya permisalan, baru bisa kita cerna. Seperti kisah ini, dialog antara seorang Dosen dan Mahasiswa kritis yg telah menemukan jatidirinya. Berikut sajian kisah mengasah logika berfikir, semoga pembaca bisa ambil pelajaran darinya.

Mengasah Logika Berfikir

Mengasah Logika Berfikir

Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika. Dengan gayanya yang khas dia memulai kuliahnya.

Profesor: “Apakah Allah menciptakan segala yang ada?”

Para mahasiswa: “Betul! Dia pencipta segalanya.”

Profesor: “Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan.”

(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: “Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?”

Profesor: “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada.”

Mahasiswa: “Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fizik, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 degree Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak boleh bertindak pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.

Keberanian Yang Dilandasi Keimanan

Kedudukan satu kosong. Sang Dosen tampak kikuk dihadapan mahasiswanya. Rupanya dialog tak berhenti sampai disitu. Mahasiswa tersebut terus bertanya kepada dosennya.

Mahasiswa: Prof…Apakah gelap itu ada?”

Profesor: “Tentu saja ada!”

Mahasiswa: “Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tidak boleh. Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu. Kata ‘gelap’ dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Mahasiswa makin membuat sang dosen mati kutu. Tentu butuh perjuangan ekstra untuk dialog dengan dosen tersebut. Keberanian yang berlandaskan keimanan telah mampu membuat si Mahasiswa menunjukkan kebenaran. Dia juga sangat ingin mengasah logika berfikir dosennya.

Mengasah Logika Berfikir
Keberanian yang Dilandasi Keimanan

Allah Tidak Menciptakan Kejahatan

Melihat situasi semakin mendukungnya. Demi mengasah logika berfikir mahasiswa tersebut terus mencecar pertanyaan kepada dosennya.

Jadi menurut Bapak, apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?”

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: “Tentu saja ada.”

Mahasiswa: “Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga. Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia.”

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa Lahir Saat Iman Tidak Hadir dalam Hati Kita

Dari dialog di atas kita bisa ambil hikmah bahwa Allah tidak menciptakan kejahatan, kemaksiatan, kedzoliman. Dosa adalah akibat perbuatan. Dosa terjadi karena manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita. Itulah IMAN. Sesungguhnya dosa itu lahir saat iman tidak hadir dalam hati kita.

Terima kasih sudah mengunjungi Umroh Samara. Ikuti terus kisah hikmah penuh inspirasi di Embun Pagi. Semoga bermanfaat untuk mengasah logika berfikir kita dan umat. Silahkan mampir ke fan page kami Umroh Samara.

Ghibah dan Fitnah

Ghibah dan Fitnah

Ghibah atau ngrasani atau gosip ternyata memiliki dampak yang luar biasa bahayanya. Namun banyak diantara kita yang nggak ngeh, nggak paham, nggak tahu dan nggak menyadari efek bahayanya. Terlebih di era media sosial ini, dimana dengan mudahnya sesuatu dalam sekejap menjadi viral atau menyebar ke mana-mana. Pantas kalau dalam Islam Allah melalui lidah Rasul Nya melarang perbuatan ghibah ini. Bahkan orang yang ghibah laksana makan daging saudaranya sendiri. Berikut kisah hikmah dibalik ghibah dan fitnah dan kemoceng yang bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Ghibah dan Fitnah
Ghibah dan Fitnah (sumber Tebar Hikmah)

Kisah Hikmah Ghibah dan Fitnah

Dialog berikut adalah kisah yang menggugah. Kisah antara seorang santri yang menyadari bahwa tanpa sengaja dirinya telah ghibah pada gurunya Kyai Husain. Kisah ini sangat baik, sederhana dan mudah dicerna, untuk pelajaran kita semua.

Pengakuan Tulus Seorang Santri

Aku datang ke rumah Kyai Husain.

“Kyai, maafkan saya yang telah mengghibah & sangat mungkin menjadi fitnah kepada kyai. Jadi ajarkan sesuatu yang dapat menghapuskan dosa saya ini.”

Aku tunduk & berharap Kyai mau memaafkannya.

“Apa kau serius?” Kata kyai.

Aku mengangguk “Saya serius, Kyai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.”

Kyai diam sejenak lalu berucap

“Aku maafkan kesalahanmu. Tapi apakah kau punya kemoceng dirumah?”

“Ya, saya punya Kyai. Tapi maaf Kyai, apa hubungannya antara ghibah, fitnah & kemoceng? Lalu apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?”

Kyai Husain tersenyum.

“Kamu akan tahu setelah kau lakukan perintahku.
Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku,” kata Kyai sambil lanjutkan kalimatnya,

“Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu Kemoceng itu. Setiap kali kau cabut sehelai bulu, ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kau lalui.”

Aku hanya bisa mengangguk. “Aku tak akan membantahnya”, bisikku dlm hati.

Ghibah dan Fitnah
Efek Ghibah dan Fitnah seperti Bulu Kemoceng Terhambur ke Segala Penjuru

“Barangkali maksud kyai Husain agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu per satu, maka kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu. Aku berguman & masih tetap tertunduk…”

Aku tersadar ketika Kyai berkata selanjutnya.

“Kau akan belajar sesuatu darinya.”

Taat pada Perintah Kyai

Keesokan harinya, Aku menemui Kyai Husain dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya. Kuserahkan gagang kemoceng itu pada beliau.

“Ini, Kyai, bulu-bulu kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu persatu sepanjang 5 km perjalanan dari rumah saya.

Saya menghitung betapa luasnya ghibah dan fitnah – fitnah saya tentang Kyai yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang.
“Maafkan saya, kyai. Maafkan saya…”

Kyai Husain mengangguk sambil berkata “Seperti aku katakan, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kau hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku. Tetapi kau harus belajar sesuatu…,” katanya.

Aku terdiam mendengar perkataan Kyai Husain yang lembut, menyejukkan hati.

“Kini pulanglah…” kata Kyai Husain.

Aku baru akan beranjak untuk pamit dan mencium tangannya, tetapi Kyai Husain melanjutkan kalimatnya,

“Pulanglah lewat jalan yang sama saat kau menuju pondokku tadi…”

Aku terkejut mendengar permintaan kyai Husain kali ini, apalagi mendengarkan “syarat” berikutnya:

“Di sepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng yang tadi kaucabuti satu per satu. Esok hari, laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang bisa kau kumpulkan.”

Aku terdiam & tak mungkin menolak permintaan Kyai Husain.

“Kau akan mempelajari sesuatu dari semua ini,” tutup Kyai Husain.

Sepanjang perjalanan pulang, Aku berusaha mencari bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepas.

Namun dlm cuaca kering & terik matahari, Aku hanya mampu temukan 5 lembar bulu kemoceng.

Hikmah Antara Ghibah dan Kemoceng

Esok harinya dengan wajah murung kutemui Kyai Husain & serahkan lima helai bulu kemoceng itu.

“Ini, Kyai, hanya ini yang berhasil saya temukan.”

Sambil membuka genggaman tangan kuserahkan 5 helai bulu pada Kyai Husain.

Kyai Husain terkekeh.

“Kini kau telah belajar sesuatu,”katanya.

“Apa yang telah aku pelajari, Kyai? Aku benar-benar tak mengerti”.

“Tentang ghibah & fitnah-fitnah itu,” jawab kyai Husain.

Tiba-tiba Aku tersentak, dadaku berdebar & mulai berkeringat.

“Bulu-bulu yang kaucabuti dan kaujatuhkan sepanjang perjalanan adalah ghibah dan fitnah – fitnah yang kausebarkan. Meskipun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan berusaha memperbaikinya. Ghibah dan fitnah – fitnah itu telah menjadi bulu-bulu yang beterbangan entah kemana. Bulu-bulu itu adalah kata-katamu. Mereka dibawa angin ke mana saja. Ke berbagai tempat yang tak mungkin bisa kau duga-duga. Ke berbagai wilayah yang tak mungkin bisa kau perkirakan!”

Tiba-tiba Aku menggigil mendengarkan kata-kata Kyai Husain. Seolah-olah ada mata pisau yang menghujam jantungku.

Ingin Aku menangis sekeras-kerasnya & ingin mencabut lidahku sendiri.

Sesal Kemudian Tiada Guna

Kyai Husain meneruskan kata2nya

“Bayangkan salah satu dari ghibah dan fitnah -fitnah itu suatu saat kembali pada dirimu sendiri… Barangkali kau akan berusaha meluruskannya, karena kau benar-benar merasa bersalah telah menyakiti orang lain dengan kata-katamu itu. Barangkali kau tak tak ingin mendengarnya lagi. Tetapi kau tak bisa menghentikan semua itu!
Kata-katamu yang telah terlanjur tersebar dan terus disebarkan di luar kendalimu, tak bisa kau bungkus lagi. Meskipun dalam sebuah kotak besi untuk kau kubur dalam-dalam sehingga tak ada orang lain lagi yang mendengarnya. Angin waktu telah mengabadikannya.”

“ Ghibah dan Fitnah -fitnah itu telah menjadi dosa yang terus beranak-pinak tak ada ujungnya.

Agama menyebutnya sebagai dosa jariyah. Dosa yang terus berjalan diluar kendali pelaku pertamanya. Maka tentang ghibah dan fitnah – fitnah itu, meskipun aku atau siapapun saja yang kau ghibah & kau fitnah telah memaafkanmu. Tapi ghibah dan fitnah -fitnah itu terus mengalir hingga kau tak bisa membayangkan ujung dari semuanya. Stop ghibah dan fitnah sekarang juga.

Ghibah dan Fitnah

Bahkan meskipun kau telah meninggal dunia, ghibah dan fitnah -fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi. Maka kau tak mungkin bisa menghitung lagi berapa banyak ghibah dan fitnah – fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukanmu kelak.

Tangisku benar-benar pecah, Aku tersungkur di lantai.
“Astagfirulloh hal-adzhim… Astagfirullohal-adzhim…
Astagfirulloh hal-adzhim…”

Allah Maha Mengampuni Dosa-dosa

Aku hanya bisa terus mengulangi istighfar. Dadaku gemuruh. Air mata menderas dari kedua ujung mataku.

“Ajari saya apa saja untuk membunuh ghibah dan fitnah – fitnah itu, Kyai. Ajari saya! Ajari saya! Astagfirulloohal-adzhim…”

Aku terus menangis menyesali apa yang telah aku perbuat.

Kyai Husain tertunduk. Beliau tampak meneteskan air matanya. “Aku telah memaafkanmu setulus hatiku, Nak,” katanya. “Kini, aku hanya bisa mendoakanmu agar Allah mengampunimu, mengampuni kita semua. Kita harus percaya bahwa Allah, dengan kasih sayangnya, adalah zat yang maha terus menerus menerima taubat manusi.  Innallooha tawwaabur-rahiim…”

“Kini kau telah belajar sesuatu,” kata Kyai Husain, setengah berbisik. Pipinya masih basah oleh air mata.

Demikianlah sahabat & saudaraku. Itulah kenapa, ghibah apalagi fitnah itu “KEJAM”.

Mari kita senantiasa istigfar & berdoa

Ya Alloh ampuni dosa2 kami, lindungi kami dari godaan iblis yg terkutuk.

Lindungi lisan kami agar kami berhati-hati atas setiap huruf & kata2 yg terlontar dari bibir ini.
Ya Alloh ringankan bibir kami ini agar basah untuk berdzikir mengagungkan AsmaMU.

Demikian bahayanya efek dari ghibah dan fitnah, terlebih di era medsos seperti sekarang ini. Ayo lebih baik, stop ghibah dan fitnah sekarang juga. Ikuti kisah penuh hikmah di Embun Pagi, agar nurani kita bening sebening embun pagi. Ikuti pula fan page umroh samara untuk mendapatkan info terkini terkait umroh dan haji Plus.

Kita dan Al Quran

Kita dan Al Quran

Al Quran adalah pedoman hidup kita sebagai seorang muslim. Kita tidak akan pernah tersesat jika kita selalu berpegang teguh padanya. Al Quran adalah hidangan dari langit untuk kita semua. Inilah bukti cinta Allah untuk hamba-Nya. Seperti halnya kita beli alat elektronik baru atau mobil baru, selalu ada manual book nya. Nah Al Quran ini adalah manual book kita, sebagai makhluk-Nya. Selama kita menjalankan mesin yang kita beli sesuai manual booknya. Maka si pembuat mesin akan memberikan garansi terhadap kerusakan yang terjadi. Demikian juga dengan kehidupan kita. Jika kita hidup sesuai Al Quran, Allah jamin kita dengan surga-Nya. Seperti apa kira-kira interaksi kita dan Al Quran, mungkin kisah di bawah ini bisa memberi gambaran kepada kita.

Kita dan Al Quran
Interaksi Kita dan Al Quran

Interaksi Kita Dan Al Quran

Ada seorang remaja bernama Ahmad bertanya kepada kakeknya.

Ahmad : “Kakek, apa gunanya aku membaca Al Qur’an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al Qur’an yang kubaca“.

Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang:
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku sekeranjang air.“

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis …sebelum ia sampai di rumah.

Kita dan Al Quran
Ibarat Mencelupkan Keranjang Kotor ke Dalam Sungai

Kakeknya berkata :
“Kamu harus berusaha lebih cepat”
Kakek meminta cucunya kembali ke sungai. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong (tanpa air) sebelum sampai di rumah.

Dia berkata kepada kakeknya:
“Tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember“

“Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan seember“, jawab kakek.

Si anak kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.
Ahmad berkata: “Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah”

Namun dengan bijak sang Kakek menjawab:
“Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik apa yang terjadi dengan keranjang itu”

Anak itu memperhatikan keranjangnya. Ia baru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor dan berdebu, berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH. Luar dan dalam.

“Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali artinya. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Seperti itulah minimal interaksi kita dan Al Quran.

Al Quran Akan Membersihkanmu

Ibarat air, Al Quran yang kamu baca itu akan membersihkanmu. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupanmu…Subhanallah…!

Kita dan Al Quran
Tiada Yang Sia-sia Dengan Membaca Al Quran

Tidak ada yang sia-sia waktu kita dan al Quran. Terlebih ketika kita membaca Al Qur’an.

Mari kita lebih sering lagi membacanya.
Meski tanpa tahu artinya, namun tetap berusaha untuk memahami artinya, tadzabbur ayat-ayatnya.

“ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup kami dengan Al-Qur’an. Dan jadikanlah Al-Qur’an itu imam, cahaya, hidayah dan rahmat untuk kami dan keluarga kami. Aamiin”

Subhanallah… Alhamdulillah… Allahu Akbar. Demikian kisah hikmah kita dan Al Quran, semoga bermanfaat.

Semoga yang berniat Khatam atau berhajat menghafal 30 Juz Al-Qur’an senantiasa Allah SWT berikan rahmat, kemudahan, kelancaran dan ridhaNya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Saudaraku…tiada yang sia-sia dengan bacaan Al Quran kita. Meskipun kita tak paham artinya. Teruslah membacanya, karena selain membersihkan diri dari dosa, setiap huruf yang kita baca akan berbuah pahala.

Ikuti kisah hikmah di umrohsamara.com dan jangan lupa jika Sahabat berkunjung ke facebook sudilah mampir di fan page Umroh Samara.

Toples Kehidupan

Toples Kehidupan Filosofi Bijak Memilih Prioritas Kehidupan

Prioritas memilih bersikap dalam kehidupan itu penting. Salah memilih prioritas bisa berakibat fatal. Betapa banyak orang yang galau, menyesal dan pusing gara-gara salah memilih sikap. Kurang tepat mengambil tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Misal ada orang berteriak minta tolong karena tenggelam. Lalu karena jiwa patriotik kita terpanggil, kita langsung menceburkan diri. Nggak sadar diri kita juga nggak bisa berenang, apa yang terjadi…? Dua-duanya tenggelam. Tragis. Padahal di samping kita tadi ada tali yang jika kita lempar ke orang tersebut, justru akan menyelamatkannya. Padahal di samping kita juga ada ban. Yuk berfikir jernih. Jangan salah memilih sikap. Kalau begitu bagaimana dong kita…? Ada baiknya simak kisah embun pagi berikut. Toples Kehidupan cara bijak memilih sikap dalam hidup.

Toples Kehidupan
Toples Kehidupan Filosofi Bijak Memilih Prioritas Kehidupan

Toples Kehidupan dalam Sebuah Filosofi Pilihan

Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah toples kehidupan. Beliau menaruh toples yg bening dan besar di atas meja. Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkan nya ke dalam toples tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini ssudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Toples Kehidupan
Professor menuangkan Kelereng ke toples yg penuh bola basket

Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkan nya ke dalam toples yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau toples sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini ssudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Tetapi terakhir sang guru menuangkan air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu. Secangkir, dua cangkir, tiga cangkir hingga sepuluh cangkir. Dan betul saja tak ada yang tumpah sedikitpun. Dan ternyata masih muat hingga 10 cangkir. Itulah makna yang mendalam dalam toples kehidupan.

Toples Kehidupan adalah Sebuah Pelajaran

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa, hidup kita kapasitasnya terbatas seperti toples. Ya seperti toples kehidupan. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya.

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam toples kehidupan, hal yang besar dalam hidup kita. Yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.

Kelereng adalah hal-hal yg penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

Pasir adalah yang lain-lain dalam toples kehidupan kita. Seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

Jika toples kehidupan kita isi dengan mendahulukan bola tenis. Lalu kelereng dan seterusnya seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap. Berisikan mulai dari hal-hal yg besar dan penting hingga hal-hal kecil yang menjadi pelengkap.

Toples Kehidupan Cara Cerdas dan Bijak Memilih Sikap

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Harus pandai mengisi toples kehidupan kita. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yg mau bertanya?”

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti air kopi yg dituangkan tadi …..?”

Sang guru besar menjawab sebagai penutup.

Beliau menjawab: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim. Jalin persaudaraan dan persahabatan dengan sebanyak mungkin orang sambil “minum kopi”. Jaga silaturahmi dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jgn lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ….. betapa indahnya hidup ini !

Kami Ada Untuk Berbagi Solusi Dengan Anda

Umrohsamara.com adalah sarana bagi kami dan solusi bagi Anda. Kami mengajak Anda untuk mengisi toples kehidupan kita dengan benar. Prioritas hal-hal besar dalam hidup Anda maka hal kecil lain otomatis akan mengikuti Anda. Kami dari grup Dahsyatnya Baitullah rutin mensyiarkan program solusi umroh dan percepatan rezeki bagi Anda. Allah prioritas nomor 1 kita. Dengan Umroh Anda bisa mengetuk pintu baitullah, mintalah pada Allah yang Maha Mengabulkan doa.

Dahsyatnya Baitullah adalah kelompok pembinaan terbesaar di bawah naungan PT. Arminareka Perdana. Sebuah penyelenggara perjalanan Umroh dan Haji Plus terbaik, terbesar no.1 dan terpercaya memberikan solusi untuk Anda. Hanya dengan DP 3.5 juta Anda sudah berhak buka usaha agen umroh dan haji Plus dengan potensi pendapatan hingga miliaran rupiah. Dapatkan info terkini tentang Umroh dan Haji Plus di facebook di Fan Page kami Umroh Samara dan twitter kami.

Naik Haji Karena Drone

Naik Haji Karena Drone

Baitullah selalu menyimpan keajaiban yang mengejutkan. Panggilan itu kadang tak masuk akal. Datang tiba-tiba, tiada di sangka-sangka. Itulah hakikat rahasia Umroh dan Haji. Bahwa kemampuan untuk ke Baitullah itu bukan melulu dilihat dari banyak atau sedikitnya harta. Betapa banyak orang yang hartanya melimpah, namun tak kunjung ke Makkah. Betapa banyak orang yang hartanya kurang, namun tiap tahun pergi melenggang. Tapi dari semua itu bisa ditarik kesimpulan, bahwa semua bermula dari niat yang kuat. Adanya niat suci tulus ikhlas untuk memenuhi panggilan ilahi Robbiy. Allah tidak memanggil orang yang mampu, tapi Allah akan memampukan orang yang terpanggil. Berikut kami sajikan kisah menarik, Naik Haji karena drone.

Bermula Dari Niat yang Suci Tulus Ikhlas

Hasan Abdullah, naik haji karena drone. Sosok beliau memang jauh dari kata sanggup untuk menginjakkan kaki di tanah suci . Tapi bila Allah berkehendak hal yang tidak mungkin menjadi nyata.

Naik Haji Karena Drone
Hasan Abdullah Naik Haji Karena Drone yg Dikirim Allah

Berapa banyak kisah orang-orang biasa yang jauh dari kemewahan dan kata sanggup. Namun Allah panggil untuk melihat kebesaranNya.

Saat membaca kisah perjalanan beliau sampai ke tanah suci seketika air mata jatuh mengingat seringkali pikiran ini hanya memperhitungkan materi. Tapi lupa bahwa berhajji bukan saja tentang kemampuan, tapi juga niat dan kesungguhan.

Kisah perjalanan haji Bapak Al-Hasan Abdullah. Bagaimana Allah memanggil beliau menjadi tamuNya melahirkan keyakinan bagi saya bahwa semua bermula dari niat yang suci tulus ikhlas. Maka selalu kuatkan niat dan memohon pertolongan-Nya.

Bagaimana tidak ? Kisah beliau adalah cermin bagaimana kemustahilan ini menjadi kenyataan bahwa Allah Maha Mengetahui hati-hati setiap hambaNya.

Beliau sendiri adalah seorang bapak miskin yang tinggal di Ghana. Cerita beliau bermula di sosial media Turki. Allah memang Maha Rahman dan Rahim.

Beginilah cara Allah memanggil hamba-Nya menjadi tamu-Nya.

Bapak Ini Naik Haji Karena Drone Yang Dikirim Allah

Sebuah saluran berita Turki saat itu melakukan kegiatan perekaman dengan pesawat tak berawak di sana. Dan qadar Allah pesawat kecil tak berawak drone itu jatuh di depan orang tua yang miskin ini. Ya, di depan seorang tua miskin dan bersahaja ini, Pak Hasan Abdullah naik haji karena drone yang dikirim Allah.

Naik Haji Karena Drone
Hasan Abdullah Seorang Fakir Miskin yang Menemukan Drone

Wartawan Turki itu berlari ke arah tempat jatuhnya drone dan mendapati sebuah pemandangan yang lain. Pemandangan dari sebuah wajah tulus dan polos yang telah dimakan senja. Dan Allah Maha Berkehendak.

Pesawat kecil tak berawak itu berada di tangan Pak Hasan Abdullah yang miskin tersebut. Dan dengan kepolosan beliau bertanya kepada wartawan tersebut.  “Mohon maaf apakah Tuan bisa membuat pesawat yang lebih besar dari ini yang bisa membawa saya ke Tanah Suci?”

Pertanyaan polos itu mengetuk pintu langit. Kisah beliau kemudian terbang ke seantero dunia melalui media sosial. Dan sampailah langsung ke Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu.

Kisah orang tua yang miskin ini menjadi berita utama setelah seorang karyawan TRT World mentweet gambar beliau. Kemudian, orang beramai-ramai mulai mencari cara untuk menghubungi beliau, dari pebisnis hingga perusahaan. Alhamdulillah, seorang perwira polisi Turki dari Kedutaan Turki di Ghana berhasil menghubungi beliau. Maasya Allah…

“Saya berterima kasih kepada orang-orang Turki ,” tutur beliau saat itu.

Pak Menteri Turki kemudian turun tangan dan membantu mengatur perjalanan beliau untuk berhaji. Seorang tua yang miskin yang jauh sekali dari kata sanggup secara materi. Beliau menjejak di Istanbul dari Accra pada hari Jumat dan disambut oleh sebuah badan amal Turki yang fokus pada Ghana. Maasya Allah, Laa hawla wala quwwata illah billah. Pertolongan-Mu Ya Rabb…

Hikmah yang Bisa Kita Ambil

Semoga Allah mengaruniakan haji yang mabrur untuk saudara yang telah dipanggil menjadi tamu-Nya. Semoga yang masih menunggu diberi kemudahan dan kelancaran.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak.

Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu

?Mari Berdoa ?

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ، وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

Robbi hab lii hukman, wa alhiqnii bish-shoolihiin. Waj’al lii lisaana shidqin fil aakhiriin. Waj’alnii min waro-tsati jannatin-na’iim.

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan. (Asy Syu’ara [26]: 83-85).

Kisah ini laksana embun pagi yang indah. Hasan Abdullah dengan niat kuat untuk ber Haji, akhirnya Allah mampukan datang memenuhi panggilan Allah. Dimana ada niat di situ Allah mampukan, pasti ada solusi menuju Baitullah.

Ikuti kisah-kisah menarik tentang Keajaiban Baitullah di Fan Page Umroh Samara. Silahkan share jika dirasa bermanfaat untuk sahabat dan orang yang anda cinta.

Rahasia Memperoleh Haji Mabrur

Rahasia Memperoleh Haji Mabrur

Bacalah kisah ini. Kisah yang bagus. Menyentuh kalbu siapapun yang membacanya. Bergetar jiwa, menetes air mata haru. Bergemuruh emosi, bergolak rasa empati. Ya betul. Kecuali hatinya terbuat dari batu. Kisah ini sangat menarik dan inspiratif banget. Selain sudah banyak dimuat di berbagai situs, juga banyak di kutif di grup-grup WhatsApp. Judulnya pun sangat profokatif yaitu HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN. Tapi di sini justru saya mengambil hikmah besar rahasia memperoleh haji mabrur. Mari simak kisah yang mendunia ini.

Kisah ini Bermula Dari Mimpi

Adalah Ulama Abu Abdurrahman Abdullah Bin Al-Mubarak Al Hanzhali Al Marwazi. Ulama yang sangat terkenal di Makkah. Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual Haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yg turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka, kedua malaikat itu:

“Berapa banyak yg datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yg ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”.

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa..?” ia menangis dalam mimpinya.
“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yg jauh. Dengan kesulitan yg besar dan keletihan di sepanjang perjalanan. Berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yg meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima. Dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia, seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”

“Kok bisa”
“ Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“ Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq Damaskus”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun.

Mencari Hamba Yang Mampu Menggetarkan Langit

Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria. Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya. Apa memang ada tukang sol sepatu yg namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yg berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, “Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itu kebingungan. Dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya ia pun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala Haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.

Rupanya Inilah Rahasia Memperoleh Haji Mabrur itu: Niat Yang Kuat

Maka Sa’id bin Muhafah bercerita. “Setiap tahun, setiap musim Haji, aku selalu mendengar : Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. Laa syariika laka

Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis. Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat Ka’bah. Ijinkan aku datang….. Ijinkan aku datang ya Allah.

Rahasia Memperoleh Haji Mabrur yang Kedua Ikhtiar Dengan Menabung

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya. Yaitu sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.

“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam.
Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“Ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”

Rahasia Memperoleh Haji Mabrur
sumber: m.bantenhits.com

“Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubuk yang hampir runtuh. Di situ ada seorang janda dan enam anaknya. Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan : “tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.

Daging ini Halal untuk Kami, Haram untuk Tuan

Akhirnya saya tanya lagi: “Kenapa”?
Sambil menangis, janda itu berkata “ daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan ” katanya.

Dalam hati saya bertanya: “Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya. Padahal kita sama-sama muslim? Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram”.
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.

Halal buat kami haram buat tuan
Halal buat Kami Haram buat Tuan

Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis. Kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu. “Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka. ”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.
Kisah ini memberi hikmah, bahwa membantu orang disekitar kita bisa jadi sama nilainya dengan pergi Haji di mata Allah. Inilah Rahasia memperoleh Haji Mabrur yang ketiga, membantu orang yang lebih membutuhkan.

Hikmah dari Kisah Rahasia Memperoleh Haji Mabrur

Buat yang akan naik Haji. Atau yang sudah berhaji. Atau siapapun kita umat Islam perlu mengambil hikmah dari kisah di atas. Terlebih bagi saudara-saudara kita yang belum berangkat Haji. Haji rukun Islam, tanda adalah kesempurnaan kita sebagai umat Islam. Dengan menggenapkan rukun Islam kita. Nggak ada alasan untuk tidak naik Haji. Kalo dilihat dari kisah rahasia memperoleh Haji mabrur di atas yakin yakin kita semua bisa. Bermula dari niat yang kuat dan ikhlas karena Allah. Ikhtiar dengan menabung. Berikutnya biarkan Tangan Allah yang akan bekerja, membawa kita ke Makkah untuk merasakan dahsyatnya Baitullah.

Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan yaitu, ada dua yang tidak kekal dalam diri manusia! Yakni, masa Muda dan Kekuatan Fisiknya. Apalagi haji ini termasuk ibadah fisik. Selagi muda dan fisik masih kuat berhajilah. Ada lagi sifat mulia yang harus kita pelihara yaitu Rendah hati dan suka meringankan beban hidup orang lain.

Dipersembahkan oleh: umrohsamara.com

Umroh Samara adalah website yang kami gunakan sebagai media untuk memasarkan produk Umroh dan Haji Plus dari PT. Arminareka Perdana. Dimana saya sebagai salah satu Perwakilan Arminareka Perdna di Bekasi.

Ikuti kisah inspiratif dan info seputar Umroh dan Haji Plus di Facebook melalui Fan Page kami Umroh Samara.

Jagung Terbaik

Banyak kisah sukses bertebaran di sekitar kita. Banyak orang baik yang kita jumpai dalam kehidupan. Biasanya orang baik itu selalu menjaga diri, rendah hati. Menyembunyikan kebaikannya, dengan maksud agar tak menimbulkan sifat riya’, pamer. Kisah Jagung terbaik berikut akan menunjukkan kepada kita seperti apa orang baik yang rendah hati itu.  Hal yang berbeda 180 derajat akan kita jumpai pada hal-hal yang kebalikannya. Orang yang suka pamer, menonjolkan diri, bangga dengan harta yang dimiliki. Biasanya orang yang seperti ini, dilabeli oleh masyarakat sebagai orang yang sombong.

Jagung terbaik
Jagung Terbaik Berawal dari Benih yang Terbaik

Jagung Terbaik Sepanjang Musim

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorang petani yang menanam jagung-jagung unggulan. Seringkali memenangkan penghargaan tingkat Nasional dengan kategori :  “Jagung Terbaik Sepanjang Musim.”
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia Kesuksesan Petani Tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa ternyata Petani itu selalu Membagikan Benih Jagung terbaik kepada para Tetangganya. “Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung terbaik dengan tetangga Anda. Lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub.

Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah. Dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung terbaik kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya. Agar ia menanam jagung yang bagus.” jawab si Petani itu.

Law Of Attraction

Petani ini sangat menyadari hukum “Saling Berhubungan” ( law Of Attraction) dalam Kehidupan.  Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, Jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya sang petani memberi benih Kualitas Jagung Terbaik kepada para Tetangganya. Bukan malah memberi Benih Buruk dan Cacat untuk mempermainkan dan mengakali para Tetangganya.

Jika kita ingin Menikmati Kebaikan, kita harus memulai dengan Menabur Kebaikan kepada Orang Orang di Sekitar Kita. Jika kita ingin Bahagia, maka kita harus Menabur Kebahagiaan Untuk Orang Lain. Jika kita ingin hidup dengan Kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan Taraf Hidup Orang Orang di Sekitar Kita.

Sebaliknya, jika kita menebar Keburukan dan Kejelekan kepada orang Orang di Sekitar Kita. Maka percayalah, Keburukan dan Kejelekan itu niscaya akan Menyelimuti Hidup kita.

Kita tidak akan mungkin menjadi Pribadi yang Sukses. Jika kita tidak berhasil menabur dan Menebar Kebaikan pada orang orang di sekitar kita. Kualitas Kita Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar. Orang yang Cerdas itu Sejatinya adalah orang yang Mencerdaskan Orang Lain.  Begitu pula orang yang Baik adalah orang yang mau berbuat Baik utk Orang lain.

Menjadi orang penting itu Baik, tapi menjadi orang baik itu lebih Penting. Semoga kita dapat terus berupaya untuk. Berhati Bersih dan Mulia tanpa mempermainkan orang lain dan menggunakan Akal Licik.

Berpikiran jernih
Berkata baik, dan
Berperilaku positif
Memberi yg terbaik

Dipersembahkan oleh: UmrohSamara.com

Ikuti kisah-kisah hikmah terbaik di Fan Page kami.

Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter

Hikmah Berteman dengan Berbagai Karakter

Ada pepatah, berteman dengan penjual parfum akan ketularan wanginya. Berteman dengan tukang pandai besi akan terkena percikan api, minimal kena asap. Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh teman dalam kehidupan seseorang. Baik buruknya teman pasti ada pengaruhnya kepada seseorang. Walau mungkin besar kecilnya pengaruh tentu berbeda-beda. Teman yang baik adalah cermin bagi kita. Ia akan memberikan gambaran diri kita apa adanya. Baik dibilang baik, jelek di bilang jelek. Justru inilah teman yang menyelamatkan kita. Mengingatkan kita dalam kebenaran dan kebaikan. Teman pastinya punya tabiat masing-masing. Punya karakter yang berbeda-beda. Kira-kira apa saja hikmah berteman dengan berbagai karakter.

Teman Yang Baik akan Membawa ke Surga

SUATU hari, Nabi Daud ‘Alaihissalam pernah meminta kepada ALLAH Subhanahu wata’ala:
“Ya ALLAH, tunjukkan kawanku di surga.”

ALLAH Subhanahu wata’ala menjawab;
“Engkau ingin tahu seorang yang akan bersamamu di surga? Besok pergilah ke pasar dan kau akan menemukan seorang penjual kayu yang berdagang disana.”

Keesokan harinya, Nabi Daud membawa putranya Sulaiman yang masih kecil untuk pergi ke pasar. Dari kejauhan beliau memperhatikan sekeliling pasar. Pandangannya berhenti pada seorang pemikul kayu, inilah orang yang ia cari.

Nabi Daud terus memperhatikan orang ini. Sesaat kemudian ada seorang pembeli yang datang. Terjadi dialog sebentar lalu pembeli ini membayarkan sejumlah uang dan membawa kayunya.

Tak lama kemudian, beliau mendatangi orang ini dan mengucapkan salam. Orang itu pun menyambut salam beliau.
“Aku ingin menjadi tamu di rumahmu hari ini, sudikah engkau menerimaku sebagai tamumu?”. Ungkapan halus Nabi Daud.

“Sungguh senang dan bangga aku didatangi oleh tamu semulia engkau wahai Nabi.”, jawab Penjual Kayu.

Akhirnya, mereka bertiga berjalan menuju rumah si Penjual Kayu.
Ditengah perjalanan, ia berhenti ke toko penjual gandum. Uang hasil kerjanya ia gunakan untuk membeli gandum tersebut.

Teman Yang Baik Mengingatkan Kita Pada Allah

Sesampainya di rumah, ia persilakan Nabi Daud dan anaknya untuk duduk. Lalu ia menggiling gandum dan membuat tiga keping roti untuk tamunya.
Ketika semuanya telah siap, hidangan telah dihidangkan, ia pun mengangkat tangan dan berdoa:
“Ya Allah, Kau lah yang memberi kekuatan pada kakiku untuk pergi ke hutan.”
“Kaulah yang membuat tanganku mampu menebang kayu.”
“Kaulah yang memberi kemampuan padaku untuk mengangkat kayu itu dari hutan ke pasar.”
“Kaulah yang mengutus pembeli kayuku.”

Sambil menangis ia melanjutkan doanya:
“Gandum yang tadi kubeli dari hasil kerjaku, Engkau lah yang menumbuhkannya.”
“Tangan yang menggiling gandum, Engkaulah yang memberinya.”
“Dan ketika kami akan makan, Engkaulah yang memberi nafsu kepada kami untuk memakannya.”
“Terimalah aku dan syukurku Ya Allah.”

Ternyata inilah kawan Nabi Daud as di surga. Ia adalah seorang penjual kayu biasa yang dicintai Allah Subhanahu wata’ala. Orang ini menjadi teman Nabi di surga karena rasa syukur yang besar kepada Allah. Ia tidak pernah melihat apapun yang ia dapatkan adalah hasil dari usahanya sendiri, yang ia lihat hanya Allah. Dan tidak ada yang dapat dilakukan tanpa-Nya.

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (An-Nahl: 53).

Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter

Teman adalah cermin. Yang dengan nya kita bisa melihat kekurangan kita. Teman adalah ibarat buku, yang dengannya kita bisa mengoreksi kesalahan kita. Berikut hikmah berteman dengan berbagai karakter.

  1. Ada TEMAN yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.
  2. Ada TEMAN yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.
  3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh. Dari dia seharusnya membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
  4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya. Sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati. Maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
  5. Ada TEMAN yg jahat & hanya memanfaatkan kebaikan orang lain. Sebenarnya dia adalah orang yg membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik & mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya). Tanpa orang-orang seperti itu, kita akan selalu terlena dalam zona nyaman & tidak berkembang. Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita. Karena Yang Kuasa tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.

Ambil Pelajaran dari Mereka

Karena karakter orang seperti diatas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita. Juga membuat kita semakin DEWASA & BIJAKSANA

  1. Ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka.
  2. Saat orang bicara merendahkan diri kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.
  3. Saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.
  4. Saat orang bicara buruk mengenai kita, itu tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.

“Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan”. Orang pintar bisa gagal. Orang hebat bisa jatuh. Tetapi org yg RENDAH HATI & SABAR dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri. Semoga kita bisa mengambil hikmah berteman dengan berbagai karakter. Dan bisa menjadi pelajaran hidup, dalam kampus kehidupan kita.

Darimana Kita Mendapatkan Teman Yang Baik

Di era media sosial seperti ini, sangat mudah bagi kita mencari teman. Facebook pribadi maksimal 5000 teman. Fan page bisa lebih banyak lagi. Twitter nggak dibatasi berapapun teman kita, bisa. Namun perlu kita hati-hati, dari sekian orang pasti ada yang nggak baik. Terus bagaimana mencari teman yang baik…? Datangi tempat-tempat yang baik, insya Allah kan kau temukan teman baik. Masjid…yes. Adalagi ikut kajian keislaman, di situ berkumpul orang-orang baik. Umroh juga sebagai sarana mencari teman yang baik. Saya dapat sahabat baik dari Maroko saat Umroh Samara 2017. Bahkan kami berikrar saling bersaudara, tidak sekedar teman baik. Ini salah satu hikmah berteman dengan berbagai karakter, dari berbagai negara lain.

Semoga bermanfaat. Mohon jika sedang buka medsos, sudilah kiranya mampir ke fan page kami Umroh Samara.

Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab

Dahsyatnya azab nggak pakai jilbab

Ada banyak cara bagi Allah untuk mengingatkan hamba-Nya karena melanggar perintah-Nya. Atau akibat dari menerjang larangan-Nya. Dari cara yang lembut, sedang sampai cara paling keras. Ada yang dikurangi nikmatnya, di sentil pake penyakit yang dideritanya. Kadang dengan cobaan teramat berat yang menimpanya. Berikut ini contoh sentilan Allah pada seorang wanita yang lupa karena nggak menutup auratnya. Kisah nyata seorang wanita cantik kena azab di tanah suci, Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab.

Seorang Wanita Cantik Kena Azab di Tanah Suci

Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah sambil menguruskan jemaah haji dan umrah. Saya telah melalui berbagai pengalaman menarik dan yang pahit. Bagaimana pun, dalam banyaknya peristiwa yang saya alami, ada satu kejadian yang tidak akan pernah saya bisa lupakan. Kisah ini terjadi kepada seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an pada saat saya mengurus satu rombongan haji.

Setibanya wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan sebuah bus. Semuanya terlihat riang sebab ini adalah pertama kalinya mereka melaksanakan ibadah haji. Setelah itu saya membawa mereka menaiki bus dan dari situ, kami menuju ke Madinah.

Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar hingga kami sampai di Madinah. Tiba di Madinah, semua orang turun dari bus. Turunlah mereka satu persatu sampai tiba pada giliran wanita tersebut. Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba wanita itu jatuh tidak sadarkan diri, yang secara langsung setelah menginjak bumi Madinah. Mungkin ini bagian dahsyatnya azab nggak pakai jilbab.

Sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jemaah itu, saya pun bergegas menuju ke arah wanita tersebut. “Jemaah ini sakit” kata saya pada jemaah-jemaah yang lain.
Suasana yang tadinya tenang serta merta bertukar menjadi cemas dan semua jemaah terlihat panik atas kejadian ini.

“Badan dia panas dan menggigil. Jemaah ini tak sadarkan diri, cepat tolong saya…kita bawa dia ke rumah sakit” kata saya. Tanpa membuang waktu, kami mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke rumah sakit Madinah yang terletak tidak jauh dari situ. Sementara itu, jemaah yang lain diantar ke tempat penginapan masing-masing. Sampai di rumah sakit Madinah, wanita itu masih belum sadarkan diri. Berbagai usaha dilakukan oleh dokter untuk memulihkannya, namun semuanya gagal.

Sementara itu, tugas mengurus jemaah perlu saya teruskan. Saya terpaksa meninggalkan wanita tersebut di rumah sakit. Namun dalam kesibukan menguruskan jemaah, saya menghubungi rumah sakit Madinah untuk mengetahui perkembangan wanita tersebut. Namun, saya diberi kabar bahwa dia masih tidak sadarkan diri. Selepas dua hari, wanita itu masih juga tidak sedarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, itu adalah pengalaman pertama saya berhadapan dengan situasi seperti itu.

Semua usaha untuk memulihkannya gagal, maka wanita itu dibawa ke rumah sakit Abdul Aziz Jeddah. Untuk mendapatkan perawatan lanjut sebab rumah sakit di Jeddah lebih lengkap dibandingkan rumah sakit Madinah. Namun usaha untuk memulihkannya masih tidak berhasil. Jadwal Haji harus diteruskan. Kami berangkat ke Mekah untuk mengerjakan ibadah haji. Selesai haji, saya langsung pergi ke Jeddah. Malangnya, sampai rumah sakit Abdul Aziz, saya diberitahu oleh dokter bahawa wanita tersebut masih koma. Bagaimanapun, kata doktor, keadaannya stabil. Melihat keadaannya itu, saya ambil keputusan untuk menunggunya di rumah sakit.

Hidayah Datang bak Bintang Kejora di Ufuk Timur

Setelah dua hari menunggu, akhirnya wanita itu membuka matanya. Dari sudut matanya yang terbuka sedikit itu, dia memandang ke arah saya. Dan terus memeluk saya dengan erat sambil menangis terisak-isak. Ketika itu saya sangat bingung, Saya bertanya kepada wanita tersebut,

“Kenapa kamu menangis?”

“Ustadzah….saya taubat Ustadzah !. Saya menyesal, saya takkan berbuat lagi hal-hal yang tidak baik. Saya bertaubat, betul-betul bertaubat.” Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab.

“Kenapa kamu tiba-tiba ingin bertaubat?” tanya saya masih dalam keadaan bingung. Wanita itu terus menangis terisak-isak tanpa menjawab pertanyaan saya itu. Tidak lama kemudian dia bersuara, menceritakan kepada saya mengapa dia berkelakuan demikian. Cerita yang bagi saya perlu diambil hikmahnya oleh kita semua.

Katanya, “Ustadzah, saya ini sudah berumah tangga, menikah dengan lelaki orang kulit putih. Tapi saya salah. Saya ini cuma Islam pada nama dan keturunan saja. Saya tak pernah mengerjakan ibadah. Saya tidak sholat, tidak puasa, semua amalan ibadah saya dan suami tidak pernah saya kerjakan. Rumah saya penuh dengan botol minuman keras.

Dengan suara tersekat-sekat, wanita itu menceritakan, “Ustazah…Allah itu Maha Besar, Maha Agung, Maha Kaya. Semasa koma , saya telah diazab dengan siksaan yang benar-benar pedih. Mungkin ini dahsyatnya azab nggak pakai jilbab.

Gambaran Azab Neraka Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab

“Betulkah?” tanya saya terkejut. “Betul Ustadzah. Selama koma itu saya telah ditunjukkan oleh Allah tentang balasan yang Allah beri kepada saya. Balasan Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab Ustazah, bukan balasan syurga.
Saya rasa seperti diazab di neraka. Saya ini seumur hidup tak pernah pakai jilbab. Sebagai balasan, rambut saya ditarik dengan bara api. Sakitnya tidak bisa saya ceritakan dengan kata-kata.

Menjerit-jerit saya minta ampun minta maaf kepada Allah.  Bukan itu saja, buah dada saya pun diikat. Dijepit dengan penjepit yang dibuat daripada bara api, kemudian ditarik ke sana-sini…putus, jatuh ke dalam api neraka. Buah dada saya hancur terbakar, panasnya bukan main. Saya menjerit, menangis kesakitan. Saya masukkan tangan ke dalam api itu dan saya ambil buah dada itu kembali .”

Tanpa mempedulikan pasien lain, suster pun memerhatikan wanita itu terus bercerita. Menurutnya lagi, setiap hari dia disiksa, tanpa henti, 24 jam sehari. Dia tidak diberi waktu untuk beristirahat atau dilepaskan dari hukuman, sepanjang masa koma itu dilaluinya dengan azab yang amat pedih.

Dengan suara terbata-bata, dengan berlinangan air mata, wanita itu meneruskan ceritanya, “Hari ke hari saya disiksa. Bila rambut saya ditarik dengan bara api, sakitnya terasa seperti kulit kepala yang ikut terlepas. Panasnya juga menyebabkan otak saya terasa seperti menggelegak.

Azab itu pedih…pedih yang amat sangat…tidak bisa saya ungkapkan. Sambil bercerita, wanita itu terus meraung, menangis terisak-isak. Terlihat dia betul-betul menyesal atas semua kesalahannya. Saya pun termenung, kaget dan menggigil mendengar ceritanya. Sangat pedih balasan Allah kepada umatnya yang ingkar.

“Ustadzah… buat saya, Islam hanya nama saja, tapi saya minum alkohol, saya main judi dan segala macam dosa besar. Karena saya suka makan dan minum apa yang diharamkan Allah. Semasa tidak sadarkan diri itu saya telah diberi makan buah-buahan yang berduri tajam.

Buah yang tak berisi melainkan hanya duri-duri saja, tapi saya sangat ingin memakannya, karena saya benar-benar merasa lapar.
“Bila ditelan buah-buah itu, duri-durinya menusuk kerongkongan saya dan bila sampai ke perut terasa menusuk perut saya. Sedangkan jari yang tertusuk jarum pun terasa sakitnya.

Setelah buah-buah duri itu habis, saya diberi makan berupa bara-bara api. Pada saat saya masukkan bara api itu ke dalam mulut, seluruh badan saya rasanya seperti terbakar hangus. Panasnya cuma Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak akan sama dengan kepanasannya. Setelah memakan bara api itu, saya meminta minuman, tapi…saya dihidangkan dengan minuman yang dibuat dari nanah. Baunya cukup busuk, saya terpaksa meminumnya sebab saya sangat merasa haus. Semua terpaksa saya lalui, tak pernah saya alami sepanjang hidup di dunia ini.”

Saya terus mendengar cerita wanita itu dengan tekun. Sangat terasa kebesaran Allah. “Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab, saya merayu memohon kepada Allah supaya diberikan nyawa sekali lagi. Berilah saya peluang untuk hidup sekali lagi. Tak berhenti saya memohon. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya berjanji tidak akan ingkar atas perintah Allah dan akan jadi umat yg soleh. Saya berjanji kalau saya dihidupkan kembali, saya akan perbaiki segala kekurangan dan kesalahan saya dahulu. Saya akan mengaji, akan sholat, akan puasa yang selama ini saya tinggalkan.”

Saya termenung mendengar cerita wanita itu. Benarlah, Allah itu Maha Agung dan Maha Berkuasa. Kita manusia ini tak akan terlepas dari balasanNya. Kalau baik amalan kita maka baiklah balasan yang akan kita terima. Kalau buruk amalan kita, maka azablah kita di akhirat kelak.

Alhamdulillah, wanita itu telah menyaksikan sendiri kebenaran Allah. “Ini bukan mimpi ustazah. Kalau mimpi Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab tidak akan terasa sampai sepedih ini. Saya bertaubat Ustazah, saya tak akan ulangi lagi kesalahan saya. Saya bertaubat… saya taubat Nasuha,” katanya sambil menangis-nangis. Sejak itu wanita tersebut benar-benar berubah. Bila saya membawanya ke Mekah, dia menjadi jemaah yang paling khusuk.

Amal ibadahnya tak pernah berhenti. Contohnya, kalau wanita itu pergi ke masjid pada waktu maghrib, dia hanya akan balik ke hotelnya selepas sholat subuh. “Kenapa melakukan ibadah sampai tidak ingat waktu? kamu juga harus menjaga kesehatan. Pulanglah setelah sholat Isya, makan nasi atau istirahatlah sejenak…” tegur saya.

“Tidak apa-apa Ustadzah. saya membawa buah kurma. Saya memakannya disaat saya merasa lapar.” Menurut wanita itu, sepanjang berada di dalam Masjidil Haram. Dia ingin membayar sholat yang ditinggalkannya dahulu.

Selain itu dia berdoa, mohon kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Saya kasihan melihatkan keadaan wanita itu, takut karena ibadah dan tekanan perasaan yang keterlaluan dia akan jatuh sakit. Jadi saya menasihatkan supaya tidak beribadah keterlaluan hingga mengabaikan kesehatannya.

“Tidak boleh Ustadzah. Saya takut…saya sudah merasakan pedihnya azab Tuhan. Ustazah tidak merasa, Ustazah tidak mengetahui rasanya. Kalau Ustaz sudah merasakan azab itu, Ustazah juga akan menjadi seperti saya. Saya betul- betul bertaubat.”

Sehelai Rambut Satu Dosa, Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab

Wanita itu juga berpesan kepada saya. Katanya, “Kalau ada perempuan Islam yang tak pakai jilbab, Ustadzah ingatkanlah pada mereka, pakailah jilbab. Cukuplah saya saja yang merasakan siksaan itu. Saya tidak mau ada wanita lain yang merasakan hal seperti yang saya sudah rasakan. Semasa diazab, saya melihat larangan-larangan Allah. Salah satunya adalah setiap sehelai rambut wanita Islam yang sengaja diperlihatkan kepada lelaki yang bukan mahromnya. Maka dia diberikan satu dosa. Kalau ada 10 lelaki yang bukan mahrom melihat sehelai rambut saya ini. Maka saya mendapatkan 10 dosa.” Bayangkan Dahsyatnya Azab Nggak Pakai Jilbab.

“Tapi Ustadzah, rambut saya ini banyak jumlahnya, beribu-ribu. Kalau seorang melihat rambut saya, itu berarti beribu-ribu dosa yang saya dapat. “Saya berniat, sepulang saya dari haji ini. Saya minta tolong dari ustadzah supaya mau mengajarkan suami saya sholat, puasa, mengaji, dan mengerjakan semua ibadah. Saya ingin mengajak suami pergi haji. Seperti saya, suami saya itu Islam pada nama saja. Tapi itu semua adalah kesalahan saya. Saya sudah membawa dia masuk Islam, tapi saya tidak membimbing dia. Bukan itu saja, sayalah yang menjadi seperti orang yang bukan Islam.”

Sejak kembali dari haji itu, saya tidak mendegar cerita tentang wanita tersebut. Bagaimana pun, saya percaya dia sudah menjadi wanita yang benar-benar solehah. Adakah dia berbohong kepada saya tentang ceritanya diazab semasa koma? Tidak. Saya percaya dia berkata benar. Jika dia berbohong, kenapa dia berubah dan bertaubat Nasuha? Satu lagi, cobalah bandingkan azab yang diterimanya itu dengan azab yang digambarkan oleh Allah dan Nabi dalam Al-Quran dan hadish. Adakah ia berbohong ?

Benar, apa yang terjadi itu memang kita tidak dapat membuktikannya secara saintifik. Tapi bukankah soal dosa dan pahala, syurga dan neraka itu perkara ghaib?
Janganlah bila kita sudah meninggal dunia, bila kita sudah diazab barulah kita mau percaya bahwa “Oh… memang betul apa yang Allah dan Rasul katakan. Aku menyesal…” Itu sudah terlambat. Raihlah 5 peluang sebelum datang 5 rintangan, Kaya sebelum miskin. Senang sebelum susah, Sehat sebelum sakit, Muda sebelum tua dan waktu Hidup sebelum mati

Walahualam Bisawab. Semoga kisah ini membawa kita menjadi umat yang lebih mengerti bahwa dunia bukanlah tempat terakhir. Masih ada akhirat, masih ada alam lain yang sudah menanti kita sebagai mana dituliskan dalam Al Qur’an. Semoga kita menjadi umat yang senantiasa beribadah kepada Allah.

SEBARKAN KISAH NYATA DAHSYATNYA AZAB NGGAK PAKAI JILBAB INI, AGAR JADI PEMBELAJARAN BUAT YANG LAIN. IKUTI KISAH Mutiara Kehidupan di Fan Page Umroh Samara. Umroh Samara, Solusi Umroh dan Percepatan Rezeki Keluarga Anda.