Toples Kehidupan

Toples Kehidupan Filosofi Bijak Memilih Prioritas Kehidupan

Prioritas memilih bersikap dalam kehidupan itu penting. Salah memilih prioritas bisa berakibat fatal. Betapa banyak orang yang galau, menyesal dan pusing gara-gara salah memilih sikap. Kurang tepat mengambil tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Misal ada orang berteriak minta tolong karena tenggelam. Lalu karena jiwa patriotik kita terpanggil, kita langsung menceburkan diri. Nggak sadar diri kita juga nggak bisa berenang, apa yang terjadi…? Dua-duanya tenggelam. Tragis. Padahal di samping kita tadi ada tali yang jika kita lempar ke orang tersebut, justru akan menyelamatkannya. Padahal di samping kita juga ada ban. Yuk berfikir jernih. Jangan salah memilih sikap. Kalau begitu bagaimana dong kita…? Ada baiknya simak kisah embun pagi berikut. Toples Kehidupan cara bijak memilih sikap dalam hidup.

Toples Kehidupan
Toples Kehidupan Filosofi Bijak Memilih Prioritas Kehidupan

Toples Kehidupan dalam Sebuah Filosofi Pilihan

Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah toples kehidupan. Beliau menaruh toples yg bening dan besar di atas meja. Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkan nya ke dalam toples tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini ssudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Toples Kehidupan
Professor menuangkan Kelereng ke toples yg penuh bola basket

Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkan nya ke dalam toples yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau toples sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

Beliau bertanya: “Apakah toples ini ssudah penuh?”

Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

Tetapi terakhir sang guru menuangkan air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu. Secangkir, dua cangkir, tiga cangkir hingga sepuluh cangkir. Dan betul saja tak ada yang tumpah sedikitpun. Dan ternyata masih muat hingga 10 cangkir. Itulah makna yang mendalam dalam toples kehidupan.

Toples Kehidupan adalah Sebuah Pelajaran

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa, hidup kita kapasitasnya terbatas seperti toples. Ya seperti toples kehidupan. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya.

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam toples kehidupan, hal yang besar dalam hidup kita. Yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.

Kelereng adalah hal-hal yg penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

Pasir adalah yang lain-lain dalam toples kehidupan kita. Seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

Jika toples kehidupan kita isi dengan mendahulukan bola tenis. Lalu kelereng dan seterusnya seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap. Berisikan mulai dari hal-hal yg besar dan penting hingga hal-hal kecil yang menjadi pelengkap.

Toples Kehidupan Cara Cerdas dan Bijak Memilih Sikap

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Harus pandai mengisi toples kehidupan kita. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yg mau bertanya?”

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti air kopi yg dituangkan tadi …..?”

Sang guru besar menjawab sebagai penutup.

Beliau menjawab: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim. Jalin persaudaraan dan persahabatan dengan sebanyak mungkin orang sambil “minum kopi”. Jaga silaturahmi dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jgn lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ….. betapa indahnya hidup ini !

Kami Ada Untuk Berbagi Solusi Dengan Anda

Umrohsamara.com adalah sarana bagi kami dan solusi bagi Anda. Kami mengajak Anda untuk mengisi toples kehidupan kita dengan benar. Prioritas hal-hal besar dalam hidup Anda maka hal kecil lain otomatis akan mengikuti Anda. Kami dari grup Dahsyatnya Baitullah rutin mensyiarkan program solusi umroh dan percepatan rezeki bagi Anda. Allah prioritas nomor 1 kita. Dengan Umroh Anda bisa mengetuk pintu baitullah, mintalah pada Allah yang Maha Mengabulkan doa.

Dahsyatnya Baitullah adalah kelompok pembinaan terbesaar di bawah naungan PT. Arminareka Perdana. Sebuah penyelenggara perjalanan Umroh dan Haji Plus terbaik, terbesar no.1 dan terpercaya memberikan solusi untuk Anda. Hanya dengan DP 3.5 juta Anda sudah berhak buka usaha agen umroh dan haji Plus dengan potensi pendapatan hingga miliaran rupiah. Dapatkan info terkini tentang Umroh dan Haji Plus di facebook di Fan Page kami Umroh Samara dan twitter kami.

Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter

Hikmah Berteman dengan Berbagai Karakter

Ada pepatah, berteman dengan penjual parfum akan ketularan wanginya. Berteman dengan tukang pandai besi akan terkena percikan api, minimal kena asap. Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh teman dalam kehidupan seseorang. Baik buruknya teman pasti ada pengaruhnya kepada seseorang. Walau mungkin besar kecilnya pengaruh tentu berbeda-beda. Teman yang baik adalah cermin bagi kita. Ia akan memberikan gambaran diri kita apa adanya. Baik dibilang baik, jelek di bilang jelek. Justru inilah teman yang menyelamatkan kita. Mengingatkan kita dalam kebenaran dan kebaikan. Teman pastinya punya tabiat masing-masing. Punya karakter yang berbeda-beda. Kira-kira apa saja hikmah berteman dengan berbagai karakter.

Teman Yang Baik akan Membawa ke Surga

SUATU hari, Nabi Daud ‘Alaihissalam pernah meminta kepada ALLAH Subhanahu wata’ala:
“Ya ALLAH, tunjukkan kawanku di surga.”

ALLAH Subhanahu wata’ala menjawab;
“Engkau ingin tahu seorang yang akan bersamamu di surga? Besok pergilah ke pasar dan kau akan menemukan seorang penjual kayu yang berdagang disana.”

Keesokan harinya, Nabi Daud membawa putranya Sulaiman yang masih kecil untuk pergi ke pasar. Dari kejauhan beliau memperhatikan sekeliling pasar. Pandangannya berhenti pada seorang pemikul kayu, inilah orang yang ia cari.

Nabi Daud terus memperhatikan orang ini. Sesaat kemudian ada seorang pembeli yang datang. Terjadi dialog sebentar lalu pembeli ini membayarkan sejumlah uang dan membawa kayunya.

Tak lama kemudian, beliau mendatangi orang ini dan mengucapkan salam. Orang itu pun menyambut salam beliau.
“Aku ingin menjadi tamu di rumahmu hari ini, sudikah engkau menerimaku sebagai tamumu?”. Ungkapan halus Nabi Daud.

“Sungguh senang dan bangga aku didatangi oleh tamu semulia engkau wahai Nabi.”, jawab Penjual Kayu.

Akhirnya, mereka bertiga berjalan menuju rumah si Penjual Kayu.
Ditengah perjalanan, ia berhenti ke toko penjual gandum. Uang hasil kerjanya ia gunakan untuk membeli gandum tersebut.

Teman Yang Baik Mengingatkan Kita Pada Allah

Sesampainya di rumah, ia persilakan Nabi Daud dan anaknya untuk duduk. Lalu ia menggiling gandum dan membuat tiga keping roti untuk tamunya.
Ketika semuanya telah siap, hidangan telah dihidangkan, ia pun mengangkat tangan dan berdoa:
“Ya Allah, Kau lah yang memberi kekuatan pada kakiku untuk pergi ke hutan.”
“Kaulah yang membuat tanganku mampu menebang kayu.”
“Kaulah yang memberi kemampuan padaku untuk mengangkat kayu itu dari hutan ke pasar.”
“Kaulah yang mengutus pembeli kayuku.”

Sambil menangis ia melanjutkan doanya:
“Gandum yang tadi kubeli dari hasil kerjaku, Engkau lah yang menumbuhkannya.”
“Tangan yang menggiling gandum, Engkaulah yang memberinya.”
“Dan ketika kami akan makan, Engkaulah yang memberi nafsu kepada kami untuk memakannya.”
“Terimalah aku dan syukurku Ya Allah.”

Ternyata inilah kawan Nabi Daud as di surga. Ia adalah seorang penjual kayu biasa yang dicintai Allah Subhanahu wata’ala. Orang ini menjadi teman Nabi di surga karena rasa syukur yang besar kepada Allah. Ia tidak pernah melihat apapun yang ia dapatkan adalah hasil dari usahanya sendiri, yang ia lihat hanya Allah. Dan tidak ada yang dapat dilakukan tanpa-Nya.

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (An-Nahl: 53).

Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter

Teman adalah cermin. Yang dengan nya kita bisa melihat kekurangan kita. Teman adalah ibarat buku, yang dengannya kita bisa mengoreksi kesalahan kita. Berikut hikmah berteman dengan berbagai karakter.

  1. Ada TEMAN yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.
  2. Ada TEMAN yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.
  3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh. Dari dia seharusnya membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
  4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya. Sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati. Maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
  5. Ada TEMAN yg jahat & hanya memanfaatkan kebaikan orang lain. Sebenarnya dia adalah orang yg membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik & mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya). Tanpa orang-orang seperti itu, kita akan selalu terlena dalam zona nyaman & tidak berkembang. Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita. Karena Yang Kuasa tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.

Ambil Pelajaran dari Mereka

Karena karakter orang seperti diatas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita. Juga membuat kita semakin DEWASA & BIJAKSANA

  1. Ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka.
  2. Saat orang bicara merendahkan diri kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.
  3. Saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.
  4. Saat orang bicara buruk mengenai kita, itu tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.

“Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan”. Orang pintar bisa gagal. Orang hebat bisa jatuh. Tetapi org yg RENDAH HATI & SABAR dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri. Semoga kita bisa mengambil hikmah berteman dengan berbagai karakter. Dan bisa menjadi pelajaran hidup, dalam kampus kehidupan kita.

Darimana Kita Mendapatkan Teman Yang Baik

Di era media sosial seperti ini, sangat mudah bagi kita mencari teman. Facebook pribadi maksimal 5000 teman. Fan page bisa lebih banyak lagi. Twitter nggak dibatasi berapapun teman kita, bisa. Namun perlu kita hati-hati, dari sekian orang pasti ada yang nggak baik. Terus bagaimana mencari teman yang baik…? Datangi tempat-tempat yang baik, insya Allah kan kau temukan teman baik. Masjid…yes. Adalagi ikut kajian keislaman, di situ berkumpul orang-orang baik. Umroh juga sebagai sarana mencari teman yang baik. Saya dapat sahabat baik dari Maroko saat Umroh Samara 2017. Bahkan kami berikrar saling bersaudara, tidak sekedar teman baik. Ini salah satu hikmah berteman dengan berbagai karakter, dari berbagai negara lain.

Semoga bermanfaat. Mohon jika sedang buka medsos, sudilah kiranya mampir ke fan page kami Umroh Samara.