Kisah Umrohnya Nabi Muhammad

Kisah Umrohnya Nabi Muhammad

Umroh saat ini sudah menjadi life style / gaya hidup masyarakat. Berbondong-bondong tiap hari umat Islam dari berbagai penjuru datang ke Makkah Madinah untuk menunaikan ibadah umroh. Ada yang seumur hidup baru sekali menginjakkan kaki di Tanah Suci. Namun tak sedikit yang sudah berulang kali umroh, ada yang tiap tahun berangkat umroh. Bahkan ada yang dua atau tiga kali umroh dalam setahun. Banyak umat Islam yang tidak tahu kisah umrohnya Nabi Muhammad saw. Berapa kali Nabi Muhammad saw melaksanakan umroh dalam hidupnya?

Kisah Umrohnya Nabi Muhammad SAW

Kisah Umrohnya Nabi Muhammad
Kisah Umrohnya Nabi Muhammad

Kaum Muslim yang dipimpin Nabi Muhammad SAW semuanya berpakaian Ihram putih. Umat Islam tidak membawa senjata karena tujuan mereka Ke Makkah adalah untuk beribadah di Ka’bah. Inilah kisah umrohnya nabi Muhammad saw yang pertama.

Mendekati kota Makkah kaum Muslimin berhenti dan berkemah disuatu tempat bernama Hudaibiyah. Kaum Muslimin yang siap berjihad di tenda-tenda mereka sudah tidak sabar untuk masuk ke Makkah. Untuk melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah.

Kaum Qurais bersiap-siap menghadang mereka dengan kekerasan dan tegang. Dipuncak ketegangan ini kaum Qurais mengirim Suhail bin Arm untuk berunding dengan Nabi Muhammad SAW. Setelah menjalani perundingan yang alot akhirnya dicapai kesepakatan.

Rasulullah setuju untuk membatalkan tawaf ke Ka’bah tahun ini. Kembali bersama pengikutnya ke Madinah dan baru boleh kembali tahun berikutnya. Sesuai perjanjian pada waktu itu kaum Qurais akan meninggalkan Makkah selama tiga hari. Untuk memberi kesempatan Nabi dan kaum Muslimin melaksanakan umroh. Kesepakatan ini dinamaka Perjanjian Hudaibiyah.

Umroh Qadha Pengganti Umroh Pertama Yang Tertahan di Haudaibiyah

Sungguh itu bukan pemandangan lazim. Hari itu, kaum Qurais berbondong-bondong meninggalkan Makkah. Tua, muda dan anak-anak, laki-laki maupun perempuan, tanpa kecuali. Orang-orang itu mendaki bukit-bukit di sekitar Makah. Perhatian mereka tertuju pada kepulan debu yang membubung dari arah utara.

Ya, dari utara, dari arah Madinah sekitar 2000 orang tengah mendekati Makah. Mereka adalah rombongan Nabi Muhammad Rasulullah. Setahun sebelumnya, dalam jumlah yang lebih kecil, Nabi Muhammad dan para sahabat telah mencoba memasuki Mekah untuk ziarah. Perjalanan itu tertahan di Hudaibiyah. Nabi dan rombongan tidak dibolehkan masuk Makkah. Nabi suka damai, karena niat awal memang mau umroh, sehingga umat Islam saat itu tidak mengadakan perlawanan. Akhirnya di tempat itu kedua pihak meneken perjanjian. Dalam perjanjian itu, Muhammad dan rombongan baru boleh datang ke Makah setahun kemudian. Jika saat itu tiba, kaum Qurais akan menyingkir sementara dari Makah.

Setahun telah berlalu. Pada bulan suci ini, Nabi Muhammad benar-benar datang bersama umat Islam lainnya. Mereka semua larut dalam seruan “labbaika, labbaika” yang tak putus-putusnya membahana. Sudah sekitar tujuh tahun meninggalkan kota tempat ka’bah itu berada. Kini “rumah Allah” tersebut telah berada di hadapannya. Inilah kisah umrohnya Nabi Muhammad yang kedua, karena yang pertama gagal di Hudaibiyah.

Muhammad menyelempangkan jubah ke pundak kirinya. Dibiarkannya pundak dan lengan kanannya terbuka. Saat itu pula, ia berdoa “Allahumarham, amra-a arahumulyauma min nafsihi quwwata.”

Yang artinya “Ya Allah, berikan rahmat kepada orang yang hari ini telah memperlihatkan kemampuan dirinya.”

Nabi Melaksanakan Thawaf

Nabi Muhammad lalu melangkah menyentuh hajar aswad di sudut ka’bah. Lalu Beliau berlari kecil hingga Rukun Yamani atau sudut selatan yang merupakan sudut ketiga. Kemudian berjalan kembali untuk menyentuh hajar aswad. Hal demikian dilakukannya tiga kali. Selebihnya Muhammad mengelilingi ka’bah dengan arah yang berlawanan dengan putaran jarum jam itu dengan berjalan kaki. Ribuan umat Islam mengikuti setiap gerakan Muhammad. Sebuah pemandangan yang mempesona orang-orang Qurais yang menyaksikan dari lereng-lereng bukit.

Abdullah bin Rawaha tidak dapat menahan diri untuk larut dalam suasana tersebut. Ia nyaris meneriakkan tantangan perang pada Qurais. Namun Umar bin Khattab mencegahnya. Sebagai pelampiasannya, Umar menyarankan Abdullah untuk meneriakkan kata yang sekarang cukup terkenal sampai sekarang. Yaitu “La ilaha illallah wahdah, wanashara abdah, wa’a’azza jundah, wakhadalal ahzaba wahdah”.  Yang artinya “Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, yang menolong hamba-Nya, memperkuat tentara-Nya dan menghancurkan sendiri musuh yang bersekutu.”

Abdullah terus mengulang-ulang kalimat tersebut yang diikuti hampir seluruh umat Islam. Kata-kata itu terus bergema, menghunjam hati-hati orang Qurais yang hanya dapat menyaksikan dari jauh.

Nabi Muhammad Melaksanakan Sa’i

Usai mengelilingi ka’bah, Muhammad yang mengendarai kendaraannya, menuju bukit Shafa. Dari sana Rasul bergerak ke bukit Marwa, dan kembali ke bukit Shafa lagi hingga tujuh kali perjalanan. Perjalanan yang sekarang disebut sa’i ini diyakini sebagai upaya menapaktilasi perjuangan keluarga Nabi Ibrahim, khususnya Siti Hadjar. Saat membangun baitullah, berabad-abad sebelumnya. Usai Sa’i, sesuai tradisi orang-orang Arab masa itu, Muhammad pun bercukur rambut atau tahalul kemudian memotong kurban.

Esok harinya, Muhammad memasuki ka’bah dan terus berada di sana sampai tiba salat dzuhur. Sebagaimana di Madinah, Bilal bin Rabah, kemudian naik ke atap bangunan untuk mengumandangkan azan. Rasul pun menjadi imam salat berjamaah di sana, di antara patung-patung yang masih banyak terdapat di sekitar ka’bah.

Muhammad tinggal di Mekah selama tiga hari. Setelah itu, ia dan rombongan kembali ke Madinah. Ada dua keuntungan yang diperolehnya dalam perjalanan kali ini. Ia dan rombongan bukan saja dapat menunaikan ibadah umrah -yang sering disebut pula sebagai Umrah Pengganti (Umratul Qadha). Sebaliknya Nabi Muhammad juga berhasil merebut hati tokoh-tokoh penting Qurais.

Hikmah Ilaihiyah dari Kisah Umrohnya Nabi Muhammad SAW

Saat Muhammad di perjalanan menuju Madinah itu, Khalid bin Walid mengejarnya dan menyatakan diri masuk Islam. Khalid adalah seorang muda yang menjadi komandan paling cerdik pasukan Qurais. Kelak ia banyak berperan dalam sejumlah ekspedisi militer kalangan Islam. Setelah Khalid, Amr bin Ash serta Ustman anak Talha yang menjadi penjaga ka’bah, menyusul masuk Islam. Setelah Rasul wafat, Amr banyak menimbulkan persoalan terutama menyangkut perselisihannya dengan Ali bin Abu Thalib.

Umrah ditunaikan. Kota Mekah tinggal sesaat lagi untuk sepenuhnya berada dalam kendali Rasulullah.

Pengikut Nabi SAW, yaitu kaum Muhajirin dan kaum Anshar telah menyatu di Madinah yang sudah sepenuhnya dikuasai umat Islam. Secara militer posisi Nabi Muhammad SAW sudah jauh lebih kuat. Setelah menghadapi tiga perang penting, Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq atau Perang Ahzab.

Kejatuhan Makkah yang dikuasai Qurais tinggal menunggu waktu. Dan semakin melemah akibat blokade ekonomi kaum Muslim yang menguasai jalur perdagangan dengan Syiria.

Demikianlah secara singkat kisah umrohnya Nabi Muhammad Saw. Umroh yang ketiga terjadi setelah Raslullah menaklukan Makkah. Sedang umroh ke empat atau yang terakhir dilaksanakan Rasulullah saat Haji Wada’. Jadi dalam sejarah hidupnya Rasulullah 3 kali melaksanakan umroh.

Dipersembahkan oleh: umrohsamara.com Ikuti informasi terkait Umroh dan Haji di facebook melalui fan page Umroh Samara.

Disadur dari kisah umrohnya Nabi Muhammad saw


MLM Umroh Halal Sesuai Syariah

MLM Umroh Halal Sesuai Syariah

PT Arminareka Perdana sebagai biro travel umroh umroh dan haji, menerapkan sistem network/MLM dalam pemasarannya. Yaitu jasa pemberangkatan jamaah untuk berangkat umroh dan haji. Namun MLM yang saya maksud di sini bukan MLM biasanya. Tapi MLM yang artinya Masuk langsung Makkah. Masuk Langsung Madinah. Artinya MLM Umroh Halal sesuai syariah. Bagi jamaah yang Umroh / Haji menggunakan tarvel Arminareka Perdana diberikan hak usaha dengan sistem bagi hasil secara adil. Sesuai dengan ketentuan agama Islam (syar’i). Ketika pertama kali menjalankan sistem bagi hasil ini, perusahaan langsung mendaftarkan ke lembaga tertinggi agama (MUI) untuk diteliti. Pada tahun 2010, MUI mengeluarkan legitimasi dan sertifikasi bahwa usaha PT Arminareka Perdana sudah sesuai dengan syariah. Artinya bahwa tidak ada pihak yang didzolimi satupun dan tidak ada unsur riba di dalamnya.

MLM Umroh halal sesuai syariah
Umroh Arminareka solusi Umroh dan Percepatan Rezeki

MLM Umroh Halal Sesuai Syariah bagi Hasil Lebih Tinggi

Masyarakat tentu bertanya-tanya, jika tidak ada unsur riba mengapa bagi hasil atau komisi yang diberikan besar sekali? Besarnya bagi hasil tersebut diperoleh karena PT Arminareka Perdana berhasil memangkas/menghilangkan biaya marketing. Seperti TV, Radio, Koran, Majalah, baliho, spanduk dan lain-lain. Biaya marketing ini menghabiskan puluhan miliar rupiah. Anggaran itulah yang pada akhirnya dibagikan kepada jamaah yang berprestasi.

Disamping itu PT Arminareka Perdana juga berhasil menekan anggaran dari perusahaan-perusahaan yang bekerja sama.  Seperti maskapai penerbangan, hotel, catering dan perusahaan transportasi. Hal ini terjadi karena perusahaan tiap bulan memberangkatkan rata-rata 5.000 jamaah tiap bulan. Jadi wajar kalau perusahaan partner tersebut memberikan diskon besar kepada Armina.

Arminareka Perdana MLM atau Bukan

Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa model Umroh dan Haji yang dijalankan PT Arminareka Perdana adalah MLM. Tuh buktinya para leadernya sibuk cari downline, cari jamaah. Dapat bonus dari uang pendaftaran, itu kan nggak sah, nggak halal. Kebanyakan orang yang menuduh tersebut belum tahu, belum paham dan belum ikut bisnis Armina. Ada beberapa alasan yang membuktikan bahwa Arminareka Perdana adalah bukan MLM Umroh dan Haji biasa. Arminareka adalah MLM umroh halal sesuai Syariah.  Diantaranya adalah sbb:

  1. Tidak ada jenjang peringkat dalam bisnis travel umroh / jamaahnya, sebagai mana MLM pada umumnya. Di Arminareka tidak ada jenjang, peringkat dan semua jamaah kedudukanya sama.
  2. Harga paket sama untuk semua orang, tidak ada disparitas harga, sebagaimana MLM pada umumnya. Ada harga member ada harga konsumen. Di Arminareka biaya umroh untuk member dan non member semua sama.
  3. Tidak ada kewajiban tutup poin, sebagaimana MLM pada umumnya. Nggak tutup poin bonus hangus. Di Arminareka bagi hasil diberikan dengan adil sesuai prestasi masing-masing. Dapat jamaah dapat komisi, jamaah banyak, komisi lebih besar.
  4. Keanggotaan berlaku selamanya, tidak seperti MLM pada umumnya dimana keanggotaan dibatasi waktu. Kadang harus daftar lagi tiap tahun. Di Arminareka sekali kita terdaftar maka selamanya kita bisa menjalankan usaha agen, tanpa batas waktu.
  5. Tidak ada biaya pendaftaran, sebagaimana MLM pada umumnya. Di Arminareka ada DP 3.5 juta, tapi DP yang kita bayarkan itu akan kita gunakan sebagai pengurang biaya umroh.
  6. Komisi/Bonus/Bagi Hasil tidak dibatasi level. Sampai level berapapun tetap diberikan bagi hasil kita secara adil. Tentu dengan berjalannya waktu, bisnis kita akan membesar dan terus berkembang seiring dengan berkembangnya PT Arminareka Perdana. Dan hebatnya lagi, bisnis kita yang sudah membesar ini nantinya bisa kita wariskan ke anak cucu kita. Yang telah kita daftarkan sebagai ahli waris saat pertama kita bergabung di Arminareka.

Dari uraian di atas jelas sekali bahwa Bisnis yang dijalankan Armina adalah bukan MLM biasa. Tapi MLM yang ada pada Armina adalah MLM Umroh halal sesuai syariah. MLM yang artinya masuk langsung Makkah, atau Masuk Langsung Madinah hehe. Karena betapa banyak jamaah yang sukses dan terbukti seperti itu, langsung bisa berangkat umroh.

Pandangan MUI tentang MLM Yang Halal

Bisnis Multi Level Marketing (MLM) masih menjadi jalan pintas bagi sebagian masyarakat. Yang mana mereka itu berharap tambahan penghasilan dalam jumlah besar, secara instant. Ini yang kurang benar. Berkembangnya bisnis jual berjenjang ini memicu perdebatan seputar halal atau haramnya aktivitas itu.

Menurut Ma’ruf Amin Ketua MUI, fatwa MUI terkait MLM syariah memang dibuat ketat. MUI selama ini berpegang pada Fatwa MUI nomor 75/DSN-MUI/VII/2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PBLS). Dan No.83/DSN-MUI/VI/2012 tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah Jasa Perjalanan Umrah.

Dalam fatwa tersebut, sedikitnya terdapat 12 persyaratan yang harus dipenuhi lembaga yang ingin berbisnis MLM Syariah. Ke-12 syarat itu adalah:

  1. Adanya objek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang dan produk jasa.
  2. Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram.
  3. Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, maksiat.
  4. Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan, sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh.
  5. Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata.
  6. Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi sesuai dengan target penjualan.
  7. Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan. Dan atau penjualan barang atau jasa.
  8. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota tidak menimbulkan ighra’.
  9. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya.
  10. Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah.
  11. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut.
  12. Tidak melakukan kegiatan money game. (sumber: dream.co.id)

Dari 12 kriteria tersebut, Alhamdulillah sdh dipenuhi semua oleh PT Arminareka Perdana. Sehingga MLM yang dijalankan Armina layak disebut bisnis MLM umroh halal sesuai syariah.

Peluang Bisnis Paling Prospektif di Masa Depan

Jika kita sudah yakin, terus mau ngapain lagi? Ayuk segera action. Banyak sahabat saya yang bertanya mulu bisnis apa yang bagus? Saya jawab: “Bisnis yang bagus adalah bisnis yang kita yakini dan kita jalankan”. Bukan bisnis yang kita tanyakan melulu, tapi nggak ada actionnya. Bisnis Umroh adalah bisnis yang akan booming di masa yang akan datang. Berikut analisa sederhananya:

  1. Umroh adalah produk Allah.
  2. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.
  3. Permintaan umroh 1.5 juta /tahun dan cenderung naik terus.
  4. Masa tunggu haji yang lama 15-20 tahun, bikin umat melihat alternatif lain yaitu umroh.
  5. Repeat order yang tinggi. Hampir semua jamaah ketika plang umroh, pasti pengen balik lagi tahun depan.
  6. Umroh adalah wisata religi. Wisata yang bernilai pahala akan jadi alternatif wisata terbaik.
  7. Umroh sudah menjadi life style / gaya hidup, banyak artis yang ikutan umroh.
  8. Umroh adalah solusi problematika kehidupan. Ketika seseorang menghadapi masalah berat/pelik dalam hidupnya, ia bernagkat umroh. Dan ini memang dibenarkan oleh agama.

Sudah mantap buka usaha agen umroh…? Hubungi kami atau lihat fan page Umroh Samara.

 

Keutamaan Haji dan Umroh

Keutamaan Haji dan Umroh

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Haji adalah bagian dari rukun Islam, sebagaimana hal nya Syahadat, Sholat, Zakat dan Puasa. Letaknya yang terakhir bukan lantas menjadikan penghalang bagi kita untuk berkomitmen kuat melaksanakannya. Namun banyak dari saudara kita muslim menganggap sepele ibadah Haji. Karena beranggapan ini rukun yang nomor lima, seolah nggak penting, bisa nanti-nanti saja. Seolah yakin kita akan hidup selamanya. Justru di sinilah letak kekeliruan itu. Seharusnya kita berfikir dengan logika terbalik. Justru karena hanya sekali seumur hidup dan sangat banyak keutamaannya, seharusnya mendapat prioritas dari kita. Disamping itu juga banyak opini atau pandangan yang salah di masyarakat tentang haji dan umroh (lihat gambar di bawah). Untuk mengikis opini yang salah, berikut kami paparkan keutamaan Haji dan Umroh.

Keutamaan Haji dan Umroh
Pandangan Tentang Ibadah ke Baitullah

Keutamaan Haji dan Umroh dalam Berbagai Hadits Rasulullah

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Ibnu Mas’ud RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran. Sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Azza wa Jalla tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda: “Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (pemintaan mereka).” (HR Ibnu Majah).

Dari Ibnu Umar, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Islam dibangun atas lima pilar: (1) Persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) berpuasa Ramadhan.” (HR Bukhari).

Keutamaan Haji dan Umroh
Keutamaan Haji dan Umroh

Haji beserta umrah adalah kewajiban yang dilakukan sekali dalam seumur hidup, bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, merdeka serta mampu.

Keutamaan Haji dan Umroh dalam Al Quran

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah. Yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali ‘Imran: 96-97).

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda: “Telah diwajibkan atas kalian ibadah haji, maka tunaikanlah (ibadah haji tersebut).”  Lalu ada seorang berkata: “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Lalu beliau diam sampai orang tersebut mengatakannya tiga kali. Kemudian Rasulullah bersabda: “Andaikata aku menjawab ya, niscaya akan menjadi suatu kewajiban dan niscaya kalian tidak akan mampu (melaksanakannya).” Kemudian beliau bersabda: “Biarkanlah aku sebagaimana aku membiarkan kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah banyak bertanya dan banyak berselisih dengan Nabi mereka. Apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka laksanakanlah semampu kalian. Dan apabila aku melarang sesuatu, maka tinggalkanlah.” (HR Muslim, An-Nasa’i).

Dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Ini adalah ibadah umrah yang kita bersenang-senang dengannya. Barangsiapa yang tidak memiliki hadyu (binatang kurban), maka hendaknya ia bertahallul secara keseluruhan. Karena ibadah umrah telah masuk kepada ibadah haji sampai hari Kiamat.” (HR Muslim)

Dari Shabi bin Ma’bad, ia berkata, “Aku pergi menemui Umar. Lalu aku berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku telah masuk Islam. Dan aku yakin bahwa diriku telah wajib menunaikan ibadah haji dan umrah, lalu aku mulai mengerjakan kedua ibadah tersebut. Lalu beliau berkata, “Engkau telah mendapatkan petunjuk untuk melaksanakan Sunnah Nabimu.”

Oleh: Syekh Abdul Azhim bin Badawi Al-Khalafi

Terima kasih telah berkunjung ke website kami umrohsamara.com

Silahkan share artikel keutamaan Haji dan Umroh ini jika bermanfaat, dan jika sahabat berkunjung ke Facebook, mohon like Fan Page kami Umroh Samara. Terima kasih.