Asal Mula Ibadah Haji

Haji adalah Rukun Islam yang kelima. Salah satu pondasi keislaman seseoarang. Asal mula ibadah haji adalah sejak jaman Nabi Ibrahim as. Ya IBADAH Haji disyariatkan oleh Allah swt sejak jaman Nabi Ibrahim as, jauh sebelum diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw. Ibadah Haji juga sudah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Arab dan sekitarnya, oleh suku Qurays dan suku suku di sekitar jazirah Arab.

Definisi

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd. Yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka’bah dan Mas’a(tempat sa’i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. (wikipedia.com)

Latar belakang

Orang-orang Arab pada zaman jahiliyah telah mengenal ibadah haji. Suatu Ibadah yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti tawaf, sa’i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah. Namun tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara’ (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur’an dan sunnah rasul.

Asal mula Ibadah Haji

Asal Usul Ibadah Haji
Ka’bah sebagai Sentral Thawaf yg merupakan salah satu Rukun Ibadah Haji dan Umroh

Sebagian besar prosesi ibadah Haji merupakan cermin kisah perjuangan Nabi Ibrahim as dan keluarganya.  Yang mana selama hidupnya terus menerus diuji Allah dengan berbagai tugas dan ujian untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah.

Namun dengan penuh keteguhan dan pengorbanan beliau lulus melewati berbagai ujian. Justru kehidupan Beliau dijadikan contoh suri tauladan bagi umat manusia hingga akhir jaman dengan diabadikan dalam Al Qur’an.

Salah satu ujian yang diberikan kepada Ibrahim adalah membangun Ka’bah yang rusak akibat banjir jaman nabi Nuh sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al Baqoroh 125 :

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan Jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat.
Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Tinggalkan komentar